Kisah Natalia Pamean Guru SMP Beoga yang Selamat: Bersembunyi di Kamar Mandi saat KKB menembaki Rumahnya

Jufri Tonapa, iNews · Rabu 14 April 2021 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 340 2394324 kisah-natalia-pamean-guru-smp-beoga-yang-selamat-bersembunyi-di-kamar-mandi-saat-kkb-menembaki-rumahnya-FK0rnktz3S.jpg Natalia Pamean guru yang selamat dari maut saat rumahnya ditembaki KKB.(Foto:Tangkapan Layar)

TORAJA UTARA - Natalia Pamean guru yang mengajar di SMP Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, selamat dari maut meski rumah miliknya diberondong dengan peluru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang Distrik Beoga pada Kamis, 8 April lalu.

Natalia bersama Pither Mutung dan Gerni bersembunyi di kamar mandi, saat peristiwa naas itu merenggut nyawa Oktovianus Rayo. Meski pintu kamar mandi sempat digedor, namun mereka diam dan tak keluar hingga rumah diberondong peluru oleh KKB.

Baca Juga: Satgas Identifikasi Pelaku Penembakan Guru di Papua

Ketiganya selamat dan dievakuasi ke Koramil, barang - barang berharga tidak ada yang dapat mereka selamatkan, karena dijarah oleh separatis bersenjata pada saat itu.

"Saya dan suami (Oktovianus Rayo korban penembakan), sudah kurang lebih 11 tahun di Beoga. Kami menjadi guru demi mencerdaskan anak bangsa di ujung timur Indonesia," ujar Natalia, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Aparat Kantongi Identitas KKB yang Bakar Helikopter di Papua

Almarhum Oktovianus Rayo meninggalkan satu orang istri, Natalia dan lima orang anak, yakni Iyan, Firman, Iin, Falen dan Bily yang masih duduk dibangku sekolah.

Jenazah almarhum Oktovianus Rayo disemayamkan di rumah duka di Lembang Sadan Pebulian, Kecamatan Sadan, Toraja Utara. Para warga, kerabat dan keluarga tidak henti datang berbelasungkawa yang mendalam.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini