Satgas Nemangkawi Berhasil Usir OPM dari Bandara Perintis Beoga, 6 Warga Dievakuasi

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 15 April 2021 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 340 2394955 satgas-nemangkawi-berhasil-usir-opm-dari-bandara-perintis-beoga-6-warga-dievakuasi-ADahYneZeq.jpg Pasukan Satgas Nemangkawi yang bertugas di Papua.(Foto:Dok Okezone)

BEOGA - Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi berhasil berebut kembali Bandara Perintis Beoga di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, dari tangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sebelumnya bandara tersebut dikuasai KKSB OPM. Pada Rabu (14/4/2021) pasukan Satgas Nemangkawi mendarat dengan selamat di bandara tersebut dengan menggunakan pesawat perintis. Begitu tiba di bandara, Satgas Nemangkawi yang terdiri dari pasukan Raider 715 (pasukan pemukul TNI) dan Brimob berhasil mengusir OPM.

Baca Juga: KSB Papua Gunakan Taktik Gerilya Mirip Kelompok Teroris MIT di Poso

Setelah berhasil menguasai Bandara Perintis Beoga, sejumlah warga setempat berhasil di evakuasi. Mereka adalah para pengungsi yang selama ini berlindung di Koramil Beoga, akibat situasi keamanan di daerah itu memanas beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Anggota KKB yang Tewas Ditembak di Mimika Adalah Danton OPM

Kapolsek Beoga, Ipda Ali Akbar mengatakan, proses evakuasi para pengungsi ini hanya baru bisa dilakukan terhadap enam orang sesuai dengan kondisi kapasitas pesawat. "Proses evakuasi terhadap pengungsi ini dilakukan sekitar pukul 15.10 WIT, jumlah yang dievakuasi hanya bisa enam orang sesuai jumlah tempat duduk pesawat perintis," ungkap Ali Akbar melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (14/4/2021).

Enam orang warga yang dievakuasi adalah warga dari luar Beoga, mereka di antaranya, Ambros, dan Jeti keduanya merupakan guru; kemudian Agustina dan Elin yang merupakan suster; Piter Matang seorang wakil kepala sekolah; dan seorang pelajar SMA bernama Gerni. Selain orang dewasa, juga turut dievakuasi dua bayi yang merupakan anak dari dua suster Agustina, dan Elin.

Seluruh warga yang dievakuasi ini sebelumnya menurut Ali Akbar turut mengungsi di Koramil dan Polsek Beoaga, akibat situasi Kamtibmas di wilayah tersebut semakin memanas beberapa hari terakhir.

Ali Akbar menambahkan, proses evakuasi terhadap para warga dari wilayah tersebut, dikarenakan situasi Kamtibmas sempat tidak kondusif dalam beberapa waktu terakhir. Para pengugsi ini dievakuasi ke Timika.

Situasi keamanan di Beoga, mendadak tidak kondusif setelah KKSB pimpinan Sabinus Waker berulah di lokasi tersebut. KKSB pimpinan Sabinus Waker ini menembak mati seorang guru SD Inpres Beoga, Oktovianus Rayo di sebuah kios di Kampung Julugoma, pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 09.30 WIT. Selanjutnya pada sore harinya, mereka membakar tiga ruangan SMAN 1 Beoga.

Tak hanya itu, KKSB juga menembak mati seorang guru SMPN 1 Beoga, Yonatan Randen pada Jumat (9/4/2021) sore. Yonatan menderita luka di bagian dada. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Beoga, nyawa Yonatan tak dapat tertolong.

Kedua jenazah guru tersebut baru berhasil dievakuasi ke Timika pada Sabtu (10/4/2021). Proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah pihak Pemkab Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKSB tersebut, untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.

Tak hanya membunuh dua guru, KKSB atau yang kerap mengklaim diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga membakar sembilan ruangan Sekolah SMP Negeri 1 Beoga pada Minggu (11/4/2021) malam, serta membakar dua rumah guru di daerah itu, di mana guru-guru tersebut telah mengungsi ke Timika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini