Chile Klaim Vaksinasi Sukses namun Angka Covid-19 Naik Lagi

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 17 April 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 18 2396151 chile-klaim-vaksinasi-sukses-namun-angka-covid-19-naik-lagi-XUTFQrHp35.jpg Warga Chile sudah bebas melakukan kegiatan sementara vaksin belum berjalab.(Foto:Reuters)

SANTIAGO DE CHILE - Menteri Kesehatan Chile Enrique Paris dalam jumpa pers hariannya mengatakan, terjadi peningkatan Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Jumlah kasus harian mencapai rekor baru tertinggi pada 9 April, melebihi 9.000 kasus.

Ini pertama kalinya terjadi semenjak pandemi dimulai, jauh lebih tinggi dari puncak sebelumnya yang hanya di bawah 7.000 kasus pada pertengahan Juni silam.

"Ini mengkhawatirkan. Kita sedang melalui momen kritis pandemi. Saya mendorong Anda untuk menjaga diri Anda sendiri, orang yang Anda cintai, keluarga Anda," ujarnya.

Baca Juga: Disuntik Vaksin Nusantara, Aburizal Bakrie Ungkap Pernah Utang Nyawa dengan Terawan

Unit perawatan intensif kembali kewalahan, Chile untuk kedua kalinya menutup perbatasannya bagi siapapun yang bukan warga negaranya. Pemerintah Chile juga menerapkan kebijakan lockdown bagi sebagian besar dari 18 juta penduduknya.

Baca Juga: Panitia Penyelenggara Bantah Isu Batalnya Olimpiade Tokyo 2020

"Rasanya kita seperti mundur lagi. Kami perlu izin khusus secara online agar dibolehkan keluar hanya dua kali sepekan untuk hal-hal penting seperti belanja makanan atau kunjungan ke dokter," kata seorang warga kota Santiago, Sofía Pinto.

Perasaan frustrasi dan kebingungan yang dirasakan banyak orang Chile atas kebijakan lockdwon yang diperbarui ini, sebagian disebabkan oleh fakta bahwa hanya dua bulan lalu, Presiden Sebastián Piñera membual bahwa Chile merupakan salah-satu negara tercepat meluncurkan program vaksinasi.

Apa yang salah?

Para kritikus menuduh pemerintahan Pinera terjebak suasana keberhasilan program peluncuran vaksin, dan terlalu cepat melonggarkan kebijakan pembatasan virus Corona.

Seperti halnya pemerintahan lainnya di seluruh dunia, para pejabat pemerintah di sini menghadapi pilihan sulit. Perbatasan Chile telah ditutup — kecuali beberapa pengecualian — mulai Maret hingga November 2020.

Tetapi setelah kebijakan lockdownn yang ketat telah mendorong penurunan kasus rata-rata tujuh hari menjadi 1.300 kasus pada November, keputusan diambil untuk membuka kembali perbatasan, termasuk bagi wisatawan internasional. .

Warga Chili juga diberi izin liburan khusus untuk bepergian lebih bebas ke seluruh negeri selama liburan musim panas di belahan bumi selatan, setelah sejumlah pakar berpendapat hal itu penting bagi kesehatan mental masyarakat. Restoran, toko, dan resor liburan dibuka untuk mendongkrak perekonomian yang sempat goyah.

Jadi, masalahnya ternyata sebagian besar warga Chile belum divaksinasi ketika mereka bertemu dengan kerabat dan teman-temannya saat liburan musim panas pada Januari dan Februari.

Selain itu, penyebaran varian virus baru yang lebih mudah ditularkan, seperti varian P.1, yang diperkirakan telah muncul di negara bagian Amazonas, Brasil, pada November lalu.

Dr Susan Bueno, profesor imunologi dari Universitas Katolik Pontifical, mengatakan adanya lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini meru[akan "persoalan multi-faktor", namun menurutnya kehadiran varian baru "berdampak besar".

Dia mengatakan pesan tentang bagaimana mencegah penularan, seperti memakai masker dan mencuci tangan, juga agak diabaikan selama bulan-bulan musim panas di Chile. Hal itu, sambungnya, "Kemungkinan salah satu penyebab wabah yang kita lihat sekarang," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini