AS dan China Capai Kesepakatan untuk Atasi Krisis Iklim

Antara, · Minggu 18 April 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 18 2396598 as-dan-china-capai-kesepakatan-untuk-atasi-krisis-iklim-1jJwLqX5Hj.jpg Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Urusan Iklim John Kerry. (Foto: Reuters)

BEIJING - China dan Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk bekerja sama di bidang perubahan iklim, demikian kesepakatan kedua belah pihak, Minggu (18/4/2021).

Kesepakatan tersebut dicapai setelah utusan kedua negara, yakni Xie Zhenhua dan John Kerry, mengadakan pertemuan dua hari pada Kamis (15/4/2021) dan Jumat (16/4/2021) di Shanghai.

BACA JUGA: Pemimpin Junta Myanmar Akan Hadiri KTT ASEAN di Indonesia

"AS dan China berkomitmen bekerja sama satu sama lain dengan beberapa negara lain untuk mengatasi krisis iklim yang memang harus ditangani dengan serius dan mendesak," demikian bunyi kesepakatan tersebut.

Pihak Kementerian Ekologi dan Lingkungan China memublikasikan kesepakatan bersama tersebut di laman resminya, Minggu, bersamaan dengan Kementerian Luar Negeri AS.

Dalam pernyataan tersebut, kedua negara menyatakan keyakinannya untuk mengimplementasikan Perjanjian Paris.

AS dan China juga akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Perubahan Iklim pada 22-23 April 2021.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan konferensi video bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, Jumat.

BACA JUGA: Perdana Menteri Singapura Akui Warganya Gelisah Terkait Konflik AS-China

Ketiga kepala negara tersebut bertukar pikiran tentang kerja sama iklim, relasi China-Uni Eropa, kerja sama mengatasi pandemi, dan isu-isu penting lainnya di tingkat global dan regional.

"Kami mengumumkan bahwa China akan berjuang menggapai puncak emisi karbon dioksida pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060. Ini berarti China sebagai negara sedang berkembang terbesar di dunia akan mampu menyelesaikan pengurangan drastis emisi karbon dan merealisasikan netralitas karbon dari puncaknya dengan jangka waktu yang lebih pendek dalam sejarah global," ujar Xi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini