Padam sejak September 2020, Api Abadi Peninggalan Sunan Kalijaga Menyala Lagi

Taufik Budi, Okezone · Selasa 20 April 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 512 2397828 padam-sejak-september-2020-api-abadi-peninggalan-sunan-kalijaga-menyala-lagi-2satZIsGp7.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalakan Api Abadi Mrapen, Grobogan, Selasa (20/4/2021). (Foto : Ist)

GROBOGAN - Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang padam sejak September 2020 kini kembali menyala. Api abadi itu dipercaya sebagai peninggalan anggota Wali Songo Sunan Kalijaga.

Api Abadi Mrapen dinyalakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Selasa (20/4/2021). Ganjar menyalakannya menggunakan sebuah obor. Dia sempat berlari kecil menuju lokasi api abadi kemudian menyalakan api ke bibir tungku. Dalam sekejap, api langsung keluar dari tungku Api Abadi Mrapen.

"Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," kata Ganjar.

Ganjar menerangkan, awalnya sempat terkejut saat mendengar Api Abadi Mrapen padam pada September tahun lalu. Dia pun langsung memerintahkan Dinas ESDM dan ahli-ahli geologis melakukan penelitian.

"Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai Api Abadi ini bocor halus di beberapa titik. Untuk itu saya titip pada masyarakat, ayo kita rawat, karena ini jadi aset Grobogan," katanya.

Ganjar meminta masyarakat sekitar Api Abadi Mrapen tidak melakukan pengeboran tanah. Apabila membutuhkan air atau lainnya, masyarakat diminta tidak sembarangan mengebor dan harus komunikasi dengan Pemkab Grobogan.

"Karena area ini saya kategorikan area rawan. Kalau nanti masyarakat ngebor tanpa izin dan tidak terkontrol, ini akan mati lagi. Mari merasa handarbeni, saling memiliki dengan cara merawat bersama," ucapnya.

Tak hanya berhasil menyalakan kembali Api Abadi Mrapen, Ganjar menerangkan, setelah ahli geologi turun dan melakukan pembenahan teknis, ada manfaat lebih yang didapatkan. Saat ini, ada sisa gas dari sumber Api Abadi Mrapen yang bisa dimanfaatkan warga.

"Dengan cara ini, mudah-mudahan masyarakat mendapatkan manfaat, warung-warung di sekitar sini juga bisa menggunakan," tegasnya.

Lebih dari itu, kembali menyalanya Api Abadi Mrapen menumbuhkan harapan baru bagi Grobogan dan Jawa Tengah. Ganjar berharap, banyak event akan muncul setelah ini, mengingat Api Abadi Mrapen sudah terkenal ke penjuru dunia dan digunakan dalam sejumlah event olahraga nasional dan internasional.

Baca Juga : Sempat Padam, Api Abadi Mrapen Dipastikan Kembali Menyala

"Kita harapkan even banyak muncul, wisata muncul, sport tourism juga muncul sehingga kegiatannya bisa aktif kembali," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan upaya penyalaan kembali Api Abadi Mrapen dilakukan dengan beberapa tahap. Di antaranya survei geolistrik untuk mencari sumber api baru, pelaksanaan pengeboran dan penemuan sumber gas dan api di kedalaman 40 meter.

"Istilahnya kami mereorientasi aliran gasnya. Sebab matinya Api Abadi Mrapen disebabkan karena kebocoran aliran gasnya," katanya.

Dengan cara itu, lanjut dia, suplai gas untuk Api Abadi Mrapen bisa tercukupi. Cara itu diprediksikan bisa membuat Api Abadi Mrapen bisa hidup langgeng selama 40 tahun ke depan.

"Itu prediksi minimal, sementara kami optimis ini bisa menyala selama 60 tahun. Bahkan bisa lebih jika masyarakat sekitar terus merawatnya dengan baik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini