Protes Lockdown Covid-19, PM Prancis Dibanjiri Kiriman Celana Dalam dan Lingerie

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 21 April 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 18 2398294 protes-lockdown-covid-19-pm-prancis-dibanjiri-kiriman-celana-dalam-dan-lingerie-92O5x2E0qM.jpg (Foto: Actionculotee/Facebook)

PARIS - Perdana Menteri Prancis Jean Castex akan menerima banyak kiriman celana dalam dan lingerie sepanjang pekan ini, karena toko-toko yang ditutup melakukan protes untuk menyoroti kesulitan bisnis selama penguncian Covid-19.

Kiriman pakaian dalam itu berasal dari pemilik toko pakaian kecil di seluruh Prancis, yang diminta oleh pemerintah untuk tetap tutup karena pandemi Covid-19. Penguncian memiliki pengecualian untuk bisnis penting, dan penjual pakaian dalam mengatakan mereka semestinya berada dalam daftar tersebut.

BACA JUGA: Kisah Paus Terapkan Lockdown dan Prokes Ketat yang Selamatkan Kota Roma dari Pandemi Hebat Abad ke-17

Mereka yang ambil bagian termasuk dalam grup Action Culottée (Aksi Nakal), yang memiliki halaman Facebook di mana pemilik bisnis memposting surat dan foto pakaian dalam mereka sebelum dikirim ke ruang surat di Matignon, kantor perdana menteri.

Seorang pemilik toko mengirim dua pasang pakaian dalam terpisah, menulis pesan di keduanya: "Saya penting."

Sebuah surat dari kelompok tersebut menyatakan bahwa semua perdagangan itu penting, tak pedul apa yang dikatakan pemerintah, termasuk penjualan celana dalam.

“Anda akan menemukan terlampir dengan surat ini sebuah elemen kehidupan sehari-hari yang dianggap tidak penting oleh pemerintah Anda: celana dalam,” demikian isi surat dari kelompok itu.

BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India, di Mana-Mana Ambulans & Jenazah

“Bukankah ini masalah kebersihan dan perlindungan?,” mereka bertanya.

“Toko bunga, penjual buku, penata rambut, dan bahkan toko kaset telah ditetapkan sebagai bisnis 'penting'. Tapi bagaimana dengan celana dalam? Bukankah itu masalah kebersihan dan perlindungan?," kata kelompok itu dalam siaran pers.

Grup tersebut berharap upaya pengirimannya akan "mengingatkan orang-orang akan situasi sangat kritis yang dialami oleh ratusan toko pakaian dalam di seluruh Prancis".

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan minggu ini bisnis yang tidak penting dapat segera dibuka kembali, jika mereka berada di area berisiko rendah untuk Covid-19.

"Saya terbuka untuk gagasan pendekatan teritori demi teritori saat kami mencabut aturan - seperti saat kami menerapkannya," katanya sebagaimana dilansir RT, seraya menambahkan bahwa pembatasan pandemi akan mulai dicabut pada "pertengahan Mei."

Sementara beberapa daerah masih sangat terpengaruh oleh Covid-19, kasus lain mengalami penurunan. Di tingkat nasional, Menteri Kesehatan mengatakan telah terjadi sedikit penurunan jumlah kasus harian dalam seminggu terakhir, dengan angka turun dari 40.000 per hari menjadi 33.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini