Cegah Mudik Lebaran, Jalan "Tikus" Dijaga Ketat

Teguh Mahardika, Koran SI · Kamis 22 April 2021 03:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 340 2398748 cegah-mudik-lebaran-jalan-tikus-dijaga-ketat-4FZlAMAlE6.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

SERANG - Pemerintah Provinsi Banten, bersama Polda Banten serta Korem 064/MY akan melakukan operasi lalu lintas berupa penyekatan di sejumlah titik untuk menghalau pemudik. Titik-titik jalur "tikus" mudik akan dijaga ketat tim gabungan.

Titik operasi akan digelar di Pintu Tol Cikupa, Pintu Tol Merak. Sedangkan di sejumlah jalur arteri yang biasa digunakan pemudik menggunakan sepeda motor juga akan terdapat penyekatan.

Titik jalur arteri di Kabupaten Tangerang diantaranya dilakukan di Gerbang Citra Raya, Pasar Kemis, Kronjo, Tigaraksa, Jayanti, dan Solear. Untuk di wilayah Kabupaten Serang, penyekatan akan dilakukan di Simpang Asem, Cikande, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara.

Di Kota Serang, penyekatan akan dilakukan di Simpang Pusri. Sementara di Kabupaten Pandeglang, operasi tersebut akan digelar di kawasan Gayam.

Titik-titik Berikutnya di Kota Cilegon dilakukan di Gerem dan Gerbang Pelabuhan Merak. Untuk di daerah perbatasan dengan Jasinga, Kabupaten Bogor, serta perbatasan dengan Kabupaten Sukabumi salahsatunya dilakukan di Kecamata Cilograng, Kabupaten Lebak.

"Bentuk kegiatan operasinya sendiri adalah penyuluhan, himbauan dan sosialisasi, penjagaan dan pengaturan; penyekatan dan putar balik pemudik ke arah daerah asal," kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Rabu (21/4/2021).

Andika juga meminta tokoh masyarakat membantu pemerintah mengimbau warga untuk tidak mudik lebaran. "Prinsipnya kami siap amankan kebijakan pusat soal larangan mudik. Dan, kepada tokoh masyarakat agar membantu mengimbau warga," kata Andika.

Andika mengatakan, larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-19. Disebutkan Andika, tren penyebaran Covid-19 cenderung meningkat setiap kali musim libur panjang usai. "Data menyebutkan setiap kali selesai liburan, itu kasus Covid-19 naik tajam. Oleh karena itu tidak mudik kita sekarang ini niatkan sebagai ikhtiar untuk mengakhiri pandemi," kata Andika.

Baca Juga : Mudik Duluan, Cara Warga Hindari Penyekatan Petugas

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten mencanangkan program Siaga Wisata Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Menurutnya, sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Pusat yang memperbolehkan masyarakat berwisata pada momen libur Idul Fitri tahun ini, Pemprov Banten siap mengamankan kebijakan tersebut dengan melakukan sejumlah persiapan. Persiapan dimaksud meliputi koordinasi dengan stakeholder pariwisata di Banten tentang jaminan penyelenggaraan pariwisata akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Andika mengaku koordinasi terkait itu sudah dilakukan Pemprov Banten dengan pihak-pihak terkait seperti dengan Polda Banten, Lanal Banten, Badan SAR Nasional Banten, hingga dengan Pos Pengamatan Anak Gunung Krakatau Pasauran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Taruna Siaga Bencana Provinsi Banten, Kwartir Daerah Pramuka Banten, sampai dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota," katanya.

Menurutnya, sosialisasi tentang penyelenggaraan pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 juga tengah dipersiapkan untuk dilakukan.

Pemprov Banten, kata Andika, juga akan memberikan insentif berupa honorarium kepada para pelaku pariwisata seperti Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata dan Balawista atau Badan Penyelamat Wisata Tirta.

Dikatahui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait kesiapan menghadapi Larangan Mudik dan Pengamanan Idul Fitri tahun 2021 secara virtual telah dilakukan pada Rabu (21/04/2021).

Rapat yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini didampingi oleh Panglima TNI, stakeholder terkait dan seluruh Polda Jajaran.

Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto mengatakan persiapan Operasi Ketupat 2021 sebagai upaya pengamanan selama larangan mudik berlangsung. Polri dan kementerian terkait ingin menyamakan persepsi.

“Tadi di Mabes Polri dilaksanakan rapat koordinasi dengan beberapa kementerian terkait persiapan Operasi Ketupat 2021. Rapat koordinasi menyamakan persepsi dan juga menyamakan langkah di lapangan khususnya kegiatan Idul Fitri 2021,” kata Rudy Heriyanto.

Ia juga mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, kenaikan data positif Covid-19 meningkat pasca liburan. Atas hal itu, Pemerintah sepakat mengeluarkan aturan larangan mudik.

“Apabila kita melihat Idul Fitri 2020, pada libur tersebut terdapat data terkonfirmasi data positif Covid-19 meningkat 93 persen, dan meninggal 63 persen meningkat. Melihat dan mendasari daripada pengalaman sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, PJU Polda Banten, Kapolres/ta jajaran Polda Banten, Kepala Dinas OPD terkait.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini