Polisi Tembak Napi Pembunuh Dosen yang Kabur dari Lapas Wamena

Antara, · Kamis 22 April 2021 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 340 2398793 polisi-tembak-napi-pembunuh-dosen-yang-kabur-dari-lapas-wamena-HoKlTrlOUt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WAMENA - Personel Polres Jayawijaya, Polda Papua, melumpuhkan MW (23), narapidana dalam kasus pembunuhan seorang dosen, yang kabur dari Lapas Wamena pada Januari 2021 bersama 19 narapidana lainnya.

Kapolres Jayawijaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dominggus Rumaropen di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (23/4/2021) mengatakan, MW terlibat pembunuhan dosen di Jayapura beberapa waktu lalu, kemudian dikirim untuk menjalani hukuman di Lapas Wamena namun berhasil kabur. 

"Saat akan ditangkap, MW melakukan perlawanan untuk bisa kembali melarikan diri dari sergapan anggota, sehingga harus dilumpuhkan dengan tembakan di kaki sebelah kanan dan saat ini sudah mendapatkan perawatan di klinik," ucapnya.

Baca juga: Jebol Teralis Sel, 7 Tahanan Polresta Pekanbaru Kabur

Terkait kasus pembunuhan tersebut, MW seharusnya menjalani hukuman 15 tahun penjara dan masa akhir tahanannya pada 20 Desember 2031.

"MW berlatar belakang perkara 356, 170 dan 351 KUHP dalam kasus pembunuhan seorang Dosen Uncen di Buper Waena, Kota Jayapura,” ujar dia. 

Sebelumnya pada Selasa (20/4) kepolisian juga menangkap narapidana IW (21) yang kabur bersama-sama dengan MW dari Lapas Wamena. Pemuda ini tidak ditembak karena saat ditangkap tidak memberikan perlawanan. 

Polisi minta pihak keluarga dari 17 narapidana lainnya yang kabur, membantu polisi dengan menyerahkan 17 orang yang hingga kini masih bersembunyi dari kejaran polisi. 

Baca juga: Kapolda Metro Ungkap Hasil Autopsi Kematian Cai Changpan

"Kalau 17 narapidana ini diserahkan secara baik-baik maka kami akan pertimbangkan untuk mengembalikan mereka ke Lapas Wamena dengan baik," imbuhnya. 

Narapidana yang masih berkeliaran di lingkungan masyarakat itu menjadi perhatian polisi sebab dikhawatirkan mengancam keselamatan orang lain.

"Memang di sini ada beberapa kasus kekerasan seperti perampasan motor, jambret yang pelakunya melarikan diri dan tidak menutup kemungkinan narapidana-narapidana ini menjadi pelaku," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini