Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Bumi, Khofifah : Ini Tanggung Jawab Bersama

Tim Okezone, Okezone · Kamis 22 April 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 519 2398945 ajak-masyarakat-jaga-kelestarian-bumi-khofifah-ini-tanggung-jawab-bersama-KGSaDOnRfS.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Ist)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian bumi dalam peringatan Hari Bumi yang dirayakan tiap tanggal 22 April.

Ia berpesan peringatan Earth Day yang digagas sejak 1970 itu tidak hanya dijadikan peringatan seremoni, tapi jadi pelecut gerakan nyata dalam menjaga bumi sebagai tempat tinggal manusia dan juga makhluk Allah yang lain.

“Hari Bumi kali ini merupakan momentum untuk kembali menyamakan paradigma. Yakni kesepahaman untuk menjaga kelestarian bumi dan bersikap ramah terhadap bumi. Ini tanggung jawab bersama. Ini merupakan tugas bersama. Kita harus menjaga kelestarian bumi agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh anak cucu di masa mendatang,” kata Gubernur Khofifah, dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Sebagai bentuk nyata, Gubernur Khofifah ingin masyarakat Jatim terus melanjutkan gerakan revegetasi di tempat-tempat hutan gundul. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemprov Jawa Timur bersama TNI pada akhir 2020, yaitu dengan melaksanakan aeroseeding di Malang Raya.

Kegiatan revegetasi itu dilakukan di atas Gunung Arjuna, Kawi, dan Budug Asu. Penebaran benih melalui Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh.

Event tersebut merupakan satu dari sekian program yang dimiliki pemerintah provinsi dalam bidang lingkungan. Hasilnya memang belum bisa dirasakan langsung. Pada 3 hingga 5 tahun mendatang, benih yang ditabur melalui udara itu akan tumbuh di sekitar hutan tersebut.

“Langkah tersebut bertujuan menghijaukan hutan kembali. Dengan begitu, bencana tanah longsor, banjir, serta kebakaran hutan bisa diantisipasi. Selain itu, revegetasi merupakan cermin kesadaran manusia dalam menjaga bumi ini,” tuturnya.

Baca Juga : Lampu di 7 Simbol Jakarta Padam pada 24 April, Ada Apa?

Kelestarian bumi tidak hanya mencakup pada hutan. Tapi juga ada sungai, satwa, fauna, juga manusia. Semua patut mendapat perhatian untuk tetap dijaga kelestariannya.

Selain aeroseeding, Pemprov Jawa Timur memberi perhatian tersendiri terhadap sungai. Itu dilakukan karena sungai termasuk sumber penghidupan manusia. Baku mutu air sungai harus tetap dijaga.

Di Jawa Timur ada dua aliran sungai yang cukup besar, yaitu daerah aliran sungai Brantas dan Bengawan Solo. Kondisi baku mutu airnya tidak seperti dulu.

“Pemerintah provinsi memiliki beragam program untuk menjaga baku mutu air tersebut. Program itu melibatkan masyarakat yang diberinama relawan jogo kali. Fokusnya adalah menjaga sungai dari perilaku pencemaran dan perusakan biota. Tujuannya memastikan baku air tersebut tidak semakin rusak. Syukur, bisa membaik,” tuturnya.

Menjaga sungai tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk ikut dalam gerakan relawan jogo kali, agar menjaga kuliatas sungai di Jatim tetap pada fungsinya yang bisa memberi manfaat untuk kehidupan manusia.

Baca Juga : Hari Bumi, Google Doodle Ajak Jaga Kelestarian Alam dengan Tanam Pohon

“Yang harus diingat adalah urip iku gawe urup. Pesan Sunan Kalijogo ini sangat relevan jika kita jadikan referensi. Apa yang kita ambil dari bumi, harus kita kembalikan dengan menjaga kelestariannya,” tutur Khofifah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini