Kontak Terakhir Istri ABK Kapal Selam KRI Nanggala: Dik Doain Ya

Lukman Hakim, Koran SI · Kamis 22 April 2021 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 519 2399254 kontak-terakhir-istri-abk-kapal-selam-kri-nanggala-dik-doain-ya-Ip9d3c5l3c.jpg KRI Nanggala 402 (foto: Sindonews)

SURABAYA – Suasana duka tampak menyelimuti kediaman istri Serda Mes Guntur Ari Prasetyo ABK KRI Nanggala-402, yang berada di Jalan Pulo Tegalsari, Gang Sandiwara Nomor 8 Kelurahan/Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Serda Mes Guntur Ari Prasetyo merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Utara Bali.

Baca juga:  Kasal : Latihan Penembakan Torpedo Ditunda, Konsentrasi Cari KRI Nanggala 402

Istri Serda Mes Guntur Ari Prasetyo, Berda Asmara tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Matanya tampak terlihat sembab usai berurai air mata. Pengajar di salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya itu mencoba untuk tetap tegar dan tenang dalam menghadapi ujian hidup.

“Semoga yang terbaik. Kalau bisa selamat, selamat semua. Semua kru selamat dan berkumpul lagi bersama keluarga,” kata Berda dengan kalimat yang terbata-bata.

 Baca juga: Panglima TNI Ajak Masyarakat Berdoa agar Prajurit KRI Nanggala 402 Segera Ditemukan

Ibu satu anak itu tidak menyangka jika suaminya mengalami insiden yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Berda mengaku, Serda Mes Guntur Ari Prasetyo sebelum mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) TNI AL tersebut, sempat ragu untuk berangkat. Namun, lantaran suaminya tergolong senior dan bertugas di bagian yang cukup penting, yakni permesinan, mau tidak mau harus tetap berangkat menjalankan tugas.

“Dia bilang, doain saja,” ujar Berda.

 

Setiap kali pergi bertugas, Guntur yang kini berusia 39 tahun, selalu menyempatkan diri untuk memberi kabar. Baik melalui sambungan telepon maupun video call. Terkadang sambungan telepon agak terganggu karena Guntur berada di tengah laut. Dimana jaringan telepon kurang begitu bagus.

“Saya kontak terakhir dengan suami Senin (19/4/2021) pagi. Suami saya bilang, dik, doain ya,” kata Berda menirukan ucapan Guntur.

Dia menjelaskan, sebelumnya, Guntur Ari Prasetya pernah ikut latihan dengan Kapal Selam KRI Nanggala-402 beberapa tahun lalu. Saat itu, latihan berhasil. Biasanya, kata, jika ada tugas bersama Kapal Selam KRI Nanggala-402, paling lama hanya sekitar tiga minggu. Berbeda dengan kapal atas air yang waktunya bisa sampai berbulan-bulan.

“Saya tahu kabar KRI Nanggala-402 hilang kontak dari grup WA ibu-ibu KRI Nanggala. Sampai saat ini belum ada kabar terbaru. Semua masih menunggu,” terangnya.

Sementara itu, di kediaman Berda Asmara ini tidak ada aktifitas apapun. Sebenarnya, ketika suaminya sedang tidak bertugas, dia tinggal di daerah Lontar, Surabaya barat. Rumah itu merupakan kediaman suaminya. Sementara di di Jalan Pulo Tegalsari, Gang Sandiwara Nomor 8, merupakan rumah orang tua Berda.

“Saya di Lontar kan sendirian kalau suami bertugas. Jadi sekarang tinggal di rumah orang tua saya,” ujar Berda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini