Megahnya Masjid Azizi Peninggalan Kesultanan Langkat yang Berusia Ratusan Tahun

Muhammad Hijrah Lubis, iNews · Jum'at 23 April 2021 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 340 2399375 megahnya-masjid-azizi-peninggalan-kesultanan-langkat-yang-berusia-ratusan-tahun-BijbgMqjB9.jpg Masjid Azizi (Foto: Muhammad Hijrah Lubis)

LANGKAT - Masjid Azizi, masjid yang berusia lebih dari 121 tahun ini menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di tanah bumi melayu yang hingga saat ini masih berdiri megah di jantung kota Tanjungpura. Masjid yang didominasi warna kuning sangat kental dengan budaya khas melayu. Namun, ornamen Hindia, Persia, Arab dan Turki menghiasi bagian masjid.

Ornamen perpaduan kebudayaan ini terlihat dari ukiran, baik di luar maupun di dalam masjid, jendela dan bentuk kubah. Ditambah dengan menara yang menjulang tinggi.

Baca Juga:  Ziarah ke Makam-Makam Habib di Dalam Masjid Tua di Jakarta

Di bagian dalam masjid terlihat lampu hias yang begitu indah menerangi ruangan, serta dinding masjid terlihat sejumlah potongan huruf Alquran. Sementara mimbar kayu yang didatangkan dari Turki masih terlihat kokoh meski sudah berusia ratusan tahun.

Masjid kebangaan warga Langkat dari tiga generasi Kesultanan Musa diteruskan oleh Sultan Azis dan Sultan Mahcmud. Masjid ini dibangun oleh Sultan Azis pada tahun 1898 dan butuh waktu 4 tahun disiapkan dan resmi dipergunakann masyarakat pada tahun 1902 hingga saat ini.

Menurut Awal, salah seorang tokoh masyarakat Tanjungpura, awalnya masjid ini dibangun oleh Sultan Langkat yaitu Sultan Musa diteruskan oleh Sultan Azis dan Sultan Mahcmud. Kemudian, digunakan masyarakat untuk sholat jamaah pada tahun 1902.

Baca Juga:  Masjid Sunda Kelapa, Tempat Berburu Takjil hingga Tarawih Berjamaah

Ornamenya seperti timur tengah Turki dan Madinah. Sebab mimbar sangat mirip dengan masjid Madinah. Sementara warna kuning itu ciri khas melayu, dicampur dengan warna hijau sebagai bentuk simbul Islam.

Masjid Azizi yang berada di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat ini ramai dikunjungi masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah terutama pada bulan suci Ramadhan. Namun, dia berharap agar masjid ini mendapatkan perawatan, sebab sudah lama tidak mendapatkan perbaikan atau pun pengecatan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini