Khofifah Beri Kelonggaran kepada Santri Berlebaran di Rumah

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 23 April 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 519 2399727 khofifah-beri-kelonggaran-kepada-santri-berlebaran-di-rumah-E1OUqQ1E1M.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Okezone)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, memberi kelonggaran pada para santri di pondok pesantren (ponpes) di Jatim untuk pulang ke rumah masing-masing selama Lebaran.

Menurut Khofifah, saat ini para santri sudah libur dan tidak ada pelajaran di ponpes. Pihaknya sudah menginstruksikan agar para pengasuh pesantren untuk memberikan surat pengantar buat santri, agar mereka bisa diperkenankan lewat dan lolos dari posko penyekatan.

"Untuk kepulangan santri, akan kami koordinasikan juga dengan aparat kepolisian karena saat ini sudah mulai ada penjagaan di sejumlah daerah," kata Khofifah, Jumat (23/4/2021).

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi mengatakan, beberapa ponpes besar sudah melakukan pemulangan santri sejak Maret lalu. Menurutnya pemulangan dilakukan secara rombongan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Pemulangan dilakukan dengan menyewa kendaraan bukan dengan kendaraan umum," katanya.

Baca Juga : Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang, Gubernur Jatim Berharap Keajaiban

Nantinya, kata dia, di daerah tujuan ada koordinator yang menjemput. Namun, yang sedang diantisipasi saat ini adalah santri-santri yang sedang mengikuti pengajian Ramadhan yang akan berakhir pada 2 minggu ke depan. Mereka akan pulang merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing. "Kami akan terus berkomunikasi dengan koordinator dari daerah asal santri masing-masing,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Jatim telah melakukan penyekatan di tujuh titik perbatasan untuk menghalau warga yang nekat mudik. Adapun 7 titik perbatasan yang akan dilakukan penyekatan yakni jalur perbatasan provinsi antara Tuban-Rembang, Bojonegoro-Cepu, Ngawi Mantingan-Sragen, Magetan-Karanganyar, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Korps Bhayangkara juga mendirikan pos pantau terpadu di 20 titik batas kota/kabupaten guna memeriksa pergerakan masyarakat yang mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021. Yakni Sidoarjo-Pasuruan, Mojokerto-Sidoarjo, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Situbondo, Pasuruan-Malang.

Baca Juga : Sambut Kepulangan 14.000 Pekerja Migran, Khofifah Siapkan Tempat Karantina

Kemudian Malang-Lumajang, Situbondo-Banyuwangi, Jember-Lumajang, Nganjuk-Jombang, Jombang-Mojokerto, Blitar-Kediri, Kediri-Malang, Bojonegoro-Tuban, Ngawi-Madiun, Madiun-Magetan, Madura sisi utara, Madura sisi selatan, pintu masuk Tol Ngawi, dan pintu masuk Tol Probolinggo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini