Cerita Pilu di Balik Kasus Pembunuhan Perempuan Hamil Terbungkus Karung

Lukman Hakim, Koran SI · Sabtu 24 April 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 519 2399917 cerita-pilu-di-balik-kasus-pembunuhan-perempuan-hamil-terbungkus-karung-WkYFWP5cxj.jpg Jony Pranoto Kasum saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Lukman Hakim)

SURABAYA - Kasus pembunuhan terhadap perempuan hamil yang ditemukan tewas di sebidang lahan di dekat kantor PWNU Jawa Timur (Jatim), Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya, Jawa Timur menyisakan cerita pilu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengungkapkan, usai melakukan pembunuhan terhadap sang istri, Putri Ima Camelia Sandy (26), pada Senin 19 April 2021, Jony Pranoto Kasum (27), tak langsung membuang jasad korban. Jony justru membiarkan mayat istrinya itu membusuk selama dua hari di dalam kamar kos-nya di, Gayungan, Surabaya.

"Selama dua hari di dalam kamar, janin bayi berumur lima bulan yang dikandung korban, keluar sendiri satu hari setelah sang ibu terbunuh," katanya di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/4/2021).

Baca Juga:  Surabaya Geger! Warga Temukan Mayat Perempuan dalam Karung di Lahan Parkir

Setelah jasad korban membusuk, imbuhnya, pelaku membuangnya di sebidang lahan di dekat kantor PWNU Jawa Timur (Jatim), Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya. Mayatnya terbungkus kasur dan kain di dalam karung.

"Kami tidak tahu persis mengapa jasadnya dibiarkan di kamar. Kami menduga tersangka kebingungan dengan kondisi yang dialaminya, hingga membiarkan saja jasad sang istri di dalam kamar," terangnya.

Menurutnya, saat melakukan eksekusi terhadap sang istri, tersangka mengaku tahu jika korban tengah hamil lima bulan. Bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya untuk menghabisi nyawa sang istri.

"Bayi yang dikandung korban tersebut keluar satu hari setelah ibu bayi meninggal. Ini anak ketiga. Janin ditemukan di luar tubuh (korban), jadi satu (terbungkus kasur)," urainya.

Sebelumnya, tersangka, Jony Pranoto Kasum mengaku tega menghabisi nyawa istrinya, karena jengkel. Dia jengkel karena selama ini tidak pernah dihargai sebagai suami, mengingat pekerjaannya hanya sebagai kuli. Percekcokan pun diakuinya kerap terjadi dalam rumah tangganya.

"Saya sering dihina. Saya (pekerjaan) cuma kuli. Saya melakukan (pembunuhan) seorang diri," katanya.

Baca Juga:  Taruhan Tanding Futsal Berakhir dengan Pembunuhan

Dalam kasus ini, tersangka Jony Pranoto Kasum dikenai Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. Beberapa barang bukti saat olah TKP dan di rumah korban yang diamankan polisi antara lain baju korban, kasur pembungkus, tali rafia, bantal untuk menyekap, lakban, cutter, 2 HP, 1 buah dompet, 5 butir pil koplo, celana pelaku dan celana dalam korban.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini