Ridwan Kamil: Jabar Masih Menjadi Primadona untuk Investasi

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 26 April 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 525 2401149 ridwan-kamil-jabar-masih-menjadi-primadona-untuk-investasi-lQPQZ0OkMF.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: Dok Pemprov Jabar)

BANDUNG - Di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Jawa Barat masih menjadi incaran investor. Bahkan, Jabar berhasil mencetak realisasi investasi tertinggi se-Indonesia selama triwulan I 2021.

Data terbaru Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) menunjukan, arus investasi ke Jabar masih menduduki peringkat pertama, baik untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Baca juga:  Ridwan Kamil: Tolong THR Dibayar Penuh 100%

Dari total investasi yang masuk ke Indonesia selama triwulan I 2021 yang mencapai Rp 219,7 triliun, yang terdiri dari PMA sebesar Rp111,7 triliun dan PMDN sebesar Rp108,0 triliun, Jabar unggul di dua sektor investasi tersebut.

"Jawa Barat menyumbang 16,9 persen dari total investasi yang masuk selama triwulan I 2021, rinciannya PMA USD1,4 miliar dan PMDN Rp16,0 triliun," sebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Noneng Komara dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar secara online, Senin (26/4/2021).

Baca juga:  Ridwan Kamil Minta Pemda Optimalkan Sumber Dana Non-APBD

Masih menurut data BKPM RI, sebaran realisasi PMDN dan PMA tertinggi masih berada di wilayah Pulau Jawa. Realisasi PMDN terbesar berikutnya berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua. Sedangkan PMA terbesar berikutnya berada di wilayah Sumatera, Sulawesi, Maluku, Papua, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara.

"Sejak 2018, dari tren lokasi penanaman modal, Jawa Barat terus menempati urutan pertama dibanding provinsi lain," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menilai, Jabar masih menjadi primadona investasi karena ditopang iklim investasi yang sudah lebih siap, baik dari sisi infrastruktur maupun sokongan sumber daya manusia (SDM).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, kebijakan terkait investasi yang dia lahirkan pun dilandasi pemikiran bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan agar melahirkan kepercayaan (trust) dari investor.

Menurutnya, ekonomi hanya akan tumbuh kalau investasi masuk, ekspor tinggi, daya beli naik, dan pemerintah baik.

"Nah, saya menyakinkan bahwa Jawa Barat adalah tempat terbaik untuk investasi. Alasannya, pertama infrastruktur, kedua sumber daya manusianya paling produktif se-Indonesia," katanya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini