Fenomena Downwelling di Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Arus yang Menyeret ke Dasar Laut

Mohamad Chusna, Sindonews · Selasa 27 April 2021 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 244 2401791 fenomena-downwelling-di-lokasi-tenggelamnya-kri-nanggala-402-arus-yang-menyeret-ke-dasar-laut-thvm0pvea1.jpg KRI Nanggala 402. (Ist)

DENPASAR - TNI masih menginvestigasi penyebab tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali utara. Dugaan sementara, kapal selam TNI AL itu tenggelam karena faktor alam, bukan human error. Lalu bagaimana sebenarnya kondisi perairan Bali utara?

Dosen Universitas Warmadewa Denpasar I Ketut Sudiarta mengatakan, laut Bali utara merupakan perairan transisi antara Paparan Sunda yang terkenal dangkal dan Paparan Sahul yang dalam dan dasar laut yang turun curam atau palung.

Perairan Bali utara merupakan bagian Palung Bali-Flores karena palung itu menyambung dari Bali, Lombok, hingga Flores.

"Di Bali utara kedalamannya sekitar 700 sampai 900 meter, Lombok sampai 1,3 kilometer dan makin ke timur makin dalam," ujar Sudiarta.

Kedalaman itu menjadikan TNI memilih perairan yang terletak di utara Buleleng tersebut sebagai lokasi latihan bagi Alutsista milik TNI AL, terutama kapal selam.

Menurut Sudiarta, sudah lama TNI AL memblok wilayah itu sebagai daerah latihan kapal selam lama, termasuk Nanggala 402 dan kapal selam baru Alugoro.

"Mulai dari Banyuwangi sampai utara Singaraja memang sudah lama ditetapkan sebagai daerah latihan TNI AL," ucap dosen ilmu kelautan dan perikanan itu.

Baca Juga : Terkuak! Kapal Selam Canggih Amerika USS Bullhead Juga Tenggelam di Laut Bali

Dia memaparkan arus di laut utara Bali masuk dalam perlintasan arus Arlindo (arus lintas Indonesia). Arus ini berasal dari Samudera Pasifik yang bergerak menuju Samudera Hindia.

Arus Arlindo menghasilkan fenomena downwelling atau arus yang bergerak dari permukaan menuju ke dasar perairan dapat sangat membahayakan, khususnya bagi aktivitas penyelaman, termasuk kapal selam.

"Arus itu membawa apapun ke bawah/dasar perairan," ucap Sudiarta.

Mengantisipasi kejadian itu, direkomendasikan perlu ada data dan informasi awal atau peringatan dini terkait pergerakan arus Arlindo.

Baca Juga : Pakar Oseanografi IPB University Beri Gambaran Pergerakan Kapal Selam Nanggala 402 di Dalam Laut

"Akan lebih bagus lagi tidak melakukan aktivitas penyelaman khususnya di lokasi-lokasi tertentu yang dilewati fenomena Arlindo," pungkas Sudiarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini