Kronologi Anak Driver Ojol Tewas Usai Santap Sate dari Pelanggan

Agregasi Solopos, · Selasa 27 April 2021 05:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 510 2401258 kronologi-anak-driver-ojol-tewas-usai-santap-sate-dari-pelanggan-UgQW1KcTwG.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BANTUL – Meninggalnya anak dari Bandiman (47) seorang tukang ojek online (Ojol) di Karangkajen, Yogyakarta bisa dibilang miris.

Ia tewas setelah memakan sate pemberian ayahnya, yang didapat dari wanita misterius. Sate itu pun diduga beracun karena anak Bandiman yang bernama, Naba Faiz Prasetya langsung muntah dan mulutnya mengeluarkan busa usai menyantap sate tersebut.

Sate tersebut diperoleh Bandiman dari wanita tak dikenal, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Bandiman saat ditemui di kediamannya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu kemarin sekitar pukul 15.30 Wib.

Saat itu dia hendak berangkat bekerja sehabis salat Asar di salah satu masjid di Jalan Gayam, Umbulharjo. Namun saat hendak berangkat dia dihampiri oleh seorang wanita dan dimintai tolong untuk mengantarkan paket berbuka puasa ke alamat seorang.

Baca Juga: Anak Ojol Tewas Keracunan Usai Santap Sate dari Pelanggan Tak Dikenal

“Saya bilang pakai aplikasi saja tapi dia tidak mau karena dibilang ngga punya. Dia langsung kasih alamat dan nomor hape trus suruh kirim ke alamat pak Tomy di Kasihan dan bilang dari Pak Hamid. Saya minta ongkosnya Rp25.000 tapi dia kasih Rp30.000, tapi dia tidak kasih nomor telepon dari pengirim,” kata Bandiman, Senin (26/4/2021).

Dia lantas mengirim paket sate tersebut ke alamat tujuan. Sesampainya di lokasi dia menelepon si penerima, namun si penerima masih di luar kota dan meminta agar paket tersebut dikomunikasikan kepada istrinya yang berada di rumah.

“Tapi istrinya tidak mau terima karena bilang tidak kenal sama Pak Hamid dan suruh agar paketnya dibawa saja untuk saya buat buka puasa, lalu saya bawa pulang,” ujarnya.

Sesampainya di rumah Bandiman langsung membuka paket makanan itu dan disantap oleh anggota keluarganya. Dia masih sempat memakan sate sebanyak dua tusuk dan tidak merasakan apa-apa, begitu pula dengan anak pertamanya.

“Sebenarnya Naba ada juga dapat takjil dari TPA yakni Gudeg tapi karena dia memang suka sate jadi ditukar. Saya masih sempat makan dua tusuk dan tidak apa-apa. Tapi karena Naba dan istri saya makannya dicampur dengan bumbunya makanya keracunan,” jelas dia.

Setelah memakan sate yang dicampur bumbu itu, Naba langsung merasakan pahit di tenggorokan. Dia juga sempat meminum air beberapa teguk. Sehabis itu dia muntah di dapur dan langsung tergeletak serta mulut mengeluarkan busa.

“Nafasnya sudah satu-satu pas disitu dan langsung saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini