Fotografer yang Memotret Puluhan Wanita Tanpa Busana di Balkon Dubai, Meminta Maaf

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 29 April 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 18 2402949 fotografer-yang-memotret-puluhan-wanita-tanpa-busana-di-balkon-dubai-meminta-maaf-fzuoJkwpqr.jpg Fotografer yang memotret puluhan wanita tanpa busana di balkon di Dubai meminta maaf (Foto: Vitaliy Grechin)

DUBAI – Fotografer yang ditahan atas foto 'Butt Squad' di balkon Dubai yang kemudian viral di media sosial (medsos), akhirnya meminta maaf.

Vitaliy Grechin, 41, tetap ditahan di Uni Emirat Aarab (UEA). Vitaliy pun sempat dinyatakan positif Covid-19.

Para wanita tanpa busana yang kebanyakan berasal dari Ukraina itu semuanya telah dibebaskan dari penjara dan dideportasi dengan larangan tidak boleh kembali hingga lima tahun mendatang.

Dalam wawancara pertamanya, Grechin mengatakan "maaf" atas "kesalahan" tersebut tetapi menyangkal niat apa pun untuk menyinggung negara Muslim atasa foto tanpa busana itu.

Dia mengungkapkan saat ini dirinya menghadapi tagihan ratusan ribu poundsterling karena membebaskan para wanita yang ditahan itu.

"Tentu saja saya minta maaf. Dan kita semua meminta maaf,” terangnya.

"Para gadis telah meminta maaf dalam wawancara (sejak pembebasan mereka). Bagi saya, itu juga sangat tidak menyenangkan,” lanjutnya.

"Ketika orang membuat kesalahan dan meminta maaf untuk itu, itu harus diambil seperti itu,” ungkapnya kepada EAST2WEST.

(Baca juga: FBI Geledah Rumah dan Kantor Pengacara Mantan Presiden Donald Trump)

“Jelas, tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun. Jelas, mereka tidak mendaki masjid dengan telanjang,” lanjutnya.

Dia mengatakan itu adalah "keputusan mendadak" untuk mengambil gambar dengan latar belakang gedung pencakar langit Dubai.

“Itu terjadi dalam satu menit,” ujarnya.

"Seorang gadis berkata: 'Aku akan mengambil gambar,' dan kemudian yang lain mengatakan 'aku juga', 'aku juga', 'aku juga,” terangnya.

"Di mana pun di dunia ini akan dianggap normal,” tambahnya.

Grechin mengatakan dia membayar sekitar 20 wanita untuk melakukan perjalanan ke Dubai untuk menghindari penguncian.

(Baca juga: Baku Tembak Selama 13 Jam dengan Pria Bersenjata, 1 Polisi Tewas, 1 Terluka)

Dia juga menegaskan jika para wanita itu bukanlah model. Dia juga membantah telah mengatur foto telanjang di balkon atau menata koreografinya.

"Gadis-gadis itu pergi ke apartemen dan mereka pergi ke balkon untuk mengambil foto dengan pemandangan. Namun tetangga itu merekam video itu dan menjadi viral,” terangnya.

"Tampaknya ada kesimpulan bahwa gadis-gadis itu adalah model dan pelacur, tetapi mereka tidak termasuk dalam hal-hal ini,” jelasnya.

Dia mengatakan para wanita yang ditahan menghabiskan 10 hari di penjara, tanpa makanan atau air yang layak, tidak ada persediaan kebersihan, tidak ada seprai dan hanya tempat tidur logam untuk tidur.

Setelah menyadari polisi terlibat, fotografer dan beberapa wanita bergegas ke bandara dan terbang ke Rusia. Ada yang sempat ditahan karena dicurigai terlibat dalam prostitusi dan pornografi. Namun tuduhan tersebut sekarang telah dibatalkan terhadap mereka semua.

"Apakah saya mengambil fotonya? Tidak. Apakah saya ada di dalam foto? Tidak. Apakah saya di balkon? Tidak. Apakah saya menyuruh mereka keluar? Tidak. Apakah saya memposting videonya? Tidak,” ungkapnya.

"Saya memiliki surat dari jaksa penuntut yang mengatakan kami tidak memiliki bukti bahwa Anda melakukan kesalahan,” ungkapnya.

"Tapi saya masih ditahan dan tidak bisa meninggalkan ruangan tempat saya berada,” lanjutnya.

Grechin berharap bisa segera bebas setelah tes Covid-nya negatif.

Di antara kelompok yang bersamanya di Dubai ada model Vogue Evgenia Taran, 21.

"Saya membuat banyak kesimpulan, menyadari kesalahan saya, dan sampai batas tertentu (saya) bersyukur atas apa yang terjadi,” terangnya.

Sementara itu, pengacara lainnya, Yana Graboshchuk, 27, mengeluh jika mereka diperlakukan seperti "binatang" di penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini