Astaga! Prostitusi Online di Majalengka, Pelaku Jajakan Adik dan Istri Sendiri

Inin Nastain, Koran SI · Kamis 29 April 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 525 2402716 astaga-prostitusi-online-di-majalengka-pelaku-jajakan-adik-dan-istri-sendiri-Le8EbuSPaF.jpg Foto: Inin

MAJALENGKA - Sepasang suami istri di Majalengka, menjalankan bisnis prostitusi daring (online). Keduanya kini terancam mendekam dipenjara selama 10 tahun. 

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pengungkapan kasus ii berawal dari informasi yang diterima petugas soal maraknya prostitusi di sebuah lokasi. Berbekal laporan itu, petugas langsung melakukan penelusuran dengan cara menyamar sebagai konsumen.

Baca juga: Siap-siap! Mesum dengan PSK Online saat Bulan Puasa Langsung Diciduk

"Penangkapan terhadap pelaku muncikari DA berawal dari penyamaran anggota. Dari penyanaran itu, di salah satu kosan di Kelurahan Majalengka Wetan didapati dua orang perempuan, yang salah satunya adalah muncikari," kata Kasat di Mapolres, Kamis (29/4/2021).

Kasat menjalaskan, dalam menjalankan bisnisnya, DA menawarkan adik kandungnya sendiri yang masih di bawah umur, yakni 14 tahun. Kepada para pelanggan, tersangka mengatakan bahwa adiknya itu sudah berusia 18 tahun. 

Baca juga: Meski di Bawah Umur, Muncikari dan Joki Prostitusi Hotel Tebet Akan Diproses Hukum

"Dia menawarkan adiknya sendiri dengan cara mengirim foto-foto di Michat. Dia mengaku sudah menjalani bisnis itu selama 2 bulan," papar dia.

Dari hasil pemeriksaan petugas, selain sebagi muncikari, DA juga diketahui juga ‘pemain’ dalam bisnis itu. Ironisnya, DA dijajakan sendiri oleh suaminya, berinisial H.

"Ketika melakukan pemeriksaan terhadap DA, dia melayani open booking juga, ditawarkan suaminya sendiri, HH. Jadi, baik pelaku maupun tersangka ini masih dalam 1 keluarga. Motifnya ekonomi," ucap Tarigan. 

Akibat perbuatannya, DA dijerat dengan Pasal 88 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindunan anak Sub. Pasal 296 KUH Pidana. Dia terancam penjara paling lama 10 tahun. 

Adapun bagi H, petugas menjeratnya dengan Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Sub Pasal 296 KUHPidana Jo Pasal 506 KUHPidana. H terancam penjara paling lama 6 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini