Alat Pendeteksi Tsunami dan Gempa Diduga Milik BMKG Hanyut

Rus Akbar, Okezone · Jum'at 30 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 340 2403651 alat-pendeteksi-tsunami-dan-gempa-diduga-milik-bmkg-hanyut-PgXgzf6OAk.jpg Petugas saat membetulkan alat pendeteksi tsunami (foto: ist)

MENTAWAI - Diduga alat pendeteksi gempa dan tsunami atau dikenal dengan mooring buoy hanyut, dan ditemukan nelayan berjarak sekira tiga mil dari pantai Labuan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Akhir (31) nelayan di Sigapokna menjelaskan alat itu ditemukan oleh kapai ikan tunda terapung-apung di tengah laut.

"Orang kapal ikan (tunda) dari Padang melihatnya sebulan yang lalu dan mereka kasih kabar kepada nelayan di Lobajau," kata Akhir kepada wartawan, Kamis (30/4/2021).

Baca juga:  Sebut 70% Alat Deteksi Gempa dan Tsunami Masih Impor, Luhut: Jangan Semua Impor

Kemudian kata Akhir, setelah masyarakat mendapat kabar tersebut akhirnya ditarik masyarakat bersama nelayan ke bibir pantai Lobajau untuk diamankan agar tidak hanyut terbawa arus.

"Pada Rabu (28/4) alat tersebut sudah terjangkar di pantai Lobajau," tuturnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil 01 Sikabaluan, Serda. Agus Prasetyo mengatakan alat tersebut terdeteksi di Lobajau oleh BMKG.

Baca juga:  Terinspirasi Tsunami Lampung, 4 Siswa SD Pamerkan Alat Pendeteksi di Kompetisi Robotic

"BMKG berkoordinasi dengan Dandim 0319 Mentawai dan dilanjutkan ke koramil 01 Sikabaluan untuk melakukan penjemputan alat. Kita akan melakukan pengecekan dan penjemputan komponen penting yang ditemukan warga Lobajau," katanya.

Untuk penjemputan alat, selain tim Koramil 01 Sikabaluan turut ikut kecamatan Siberut Barat dan unsur Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat.

Sementara Panukanan Saguntung, sekretaris camat Siberut Barat saat bertemu dengan masyarakat yang membantu mengamankan.

"Alat yang sempat dibuka untuk diamankan akan kita bawa bersama dengan tim koramil Sikabaluan untuk diamankan," katanya.

Ada beberapa alat yang sudah dilepas dan diamankan di rumah warga. Sementara alat yang masih terpasang di kedudukan pelampung tidak dapat dibukan dan ditarik karena berat.

"Namun alat tersebut sudah terjangkar di laut di depan pantai Lobajau yang dijaga oleh kepala dusun, pemuda dan nelayan setempat untuk tidak dirusak hingga tim berikutnya turun untuk mengamankan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini