Ridwan Kamil Puji Gerakan Sejuta Tes Antigen, Ingatkan Bahaya Tsunami Covid-19 India

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 30 April 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 525 2403399 ridwan-kamil-puji-gerakan-sejuta-tes-antigen-ingatkan-bahaya-tsunami-covid-19-india-ySz4uBqKMM.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Okezone.com)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia. Gerakan itu mendonasikan 25.000 alat tes Covid-19, yakni CePAD dan GenBODY untuk Jabar.

Serah terima alat tes antigen untuk Jabar tersebut disaksikan Ridwan Kamil secara virtual dari Pendopo Bupati Cirebon, Kamis 29 April 2021.

"Inovasi pengetesan dan jumlahnya harus terus diproduksi karena Covid-19 ini umurnya diprediksi akan panjang. Karena itu, saya apresiasi Unpad dan perusahaan yang berdonasi alat tes," ungkap Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Jumat (30/4/2021).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan, salah satu tugas pemerintah dalam mengendalikan Covid-19 yakni melakukan testing, tracing, treatment (3T).

Dengan banyaknya kapasitas testing, kata Kang Emil, peta persebaran Covid-19 tergambar dan ruang gerak Covid-19 pun dapat dibatasi. 

Baca juga: Tren Covid-19 di Jabar Turun, Ridwan Kamil: Dijaga!

"Kapasitas testing bisa meningkat dengan adanya tambahan alat tes, sehingga kita bisa memastikan perlindungan terhadap hampir 50 juta warga Jabar," ujarnya.

Emil pun kembali mengingatkan masyarakat dan seluruh stakeholders untuk menjaga tren penurunan kasus Covid-19 di Jabar. Caranya dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama di area transportasi jelang Idul Fitri 1442 H tahun ini. 

Upaya mutlak yang wajib dilakukan masyarakat agar tren menurun terjaga, yakni dengan tidak pulang kampung saat Lebaran. Jika memaksa, kata Kang Emil, tsunami Covid-19 di India sangat berpotensi terjadi di Indonesia. 

Baca juga: Soal Larangan Mudk, Ridwan Kamil: Berkaca pada India Merasa Sukses Terjadi Pelonggaran

"Jangan sampai itu terjadi, kuncinya adalah sebelum ada kepastian bahwa pandemi ini berakhir, maka hidup harus terus seperti ini, walaupun tidak nyaman tapi demi keselamatan," tutur Kang Emil kembali mengingatkan. 

Dia pun mengingatkan peristiwa tahun lalu, di mana warga Ciamis meninggal setelah dikunjungi anaknya yang mudik dari Jakarta, harus dijadikan pelajaran. 

"Kami tak mau cerita itu terjadi lagi di mudik tahun ini," tegasnya.

"Gunakan media sosial untuk menyampaikan mudik hati dengan virtual dulu. Walau tidak nyaman, tapi demi keselamatan. Mudah-mudahan tahun depan dengan suksesnya vaksinasi kita bisa mudik fisik lagi," tutupnya.

Sebelumnya Kang Emil menyebut, ledakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di India bisa dialami Indonesia jika masyarakat tidak mematuhi larangan mudik Lebaran 2021. 

Diketahui, kondisi di India saat ini kian memprihatinkan. Kasus positif Covid-19 per hari di negara itu bahkan menembus lebih dari 300.000 orang dan pasien meninggal terus bertambah hingga menyebabkan para petugas kesehatan, termasuk petugas krematorium kewalahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini