Polisi Tangkap 4 Tersangka Korupsi BJB Cabang Indramayu

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 30 April 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 525 2403525 polisi-tangkap-4-tersangka-korupsi-bjb-cabang-indramayu-cZfS3b2F54.jpg Ilustrasi

INDRAMAYU - Sebanyak empat tersangka kasus tindak pidana korupsi Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Indramayu, Jawa Barat, ditangkap petugas Unit Tipikor Satreskrim Polres Indramayu. Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sebesar Rp600 juta.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang kontraktor. Kontraktor tersebut mengaku kalau uang dari kegiatan proyeknya, yang disimpan di BJB terdebet tanpa sepengetahuannya.

Kemudian, setelah diusut proyek milik pengaduan itu ada dalam salah satu dari enam pengajuan Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) dengan Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif. Lalu, tim internal dari BJB langsung melakukan klarifikasi dan penyelidikan internal terkait adanya temuan tersebut.

Ia menjelaskan, empat pelaku tersebut berhasil ditangkap usai pihaknya memeriksa saksi dan melakukan penyelidikan atas laporan bernomor LP/A/26/III/2020/Janar/Res Imy.

"Empat tersangka dan uang sebesar Rp600 juta berhasil diamankan," kata Olot dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (30/4/2021).

Olot melanjutkan, kempat pelaku ini berinisial PK, AR, AZ, dan TO. Salah satu dari pelaku ini yakni PK adalah oknum pegawai di BJB Cabang Indramayu. Sementara AR merupakan Bendahara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu. Sedangkan AZ serta TO hanya pihak swasta (kontraktor).

Baca Juga : Balita yang Dibunuh Ibu dan Selingkuhan Juga Dijejali Cabai Rawit

Menurutnya, para pelaku ini memiliki peran berbeda. Seperti AR yang menerbitkan enam buah SPK fiktif. SPK fiktif tersebut lalu diserahkan kepada tersangka lain, AZ dan TO. Pihak swasta pemilik CV Putra Laksana dan CV Raisya Putri.

Setelah berkas dokumen itu diserahkan, AR meminta agar kedua pelaku tersebut memberikan SPK fiktif kepada PK. Keempat pelaku ini, mengajukan KMKK ke BJB dengan dokumen fiktif.

Tersangka PK, sambungnya, dengan mudahnys memproses dan mengusahakan pencairan kredit tanpa melalui proses yang diatur dalam SK Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk nomor 0084/SK/Dir-Kom/2018 tentang Manual BJB Produk KMKK.

"Enam SPK fiktif itu diproses oleh tersangka PK selaku AO Komersil di bank BJB Cabang Indramayu. Mereka berhasil mencairkan kredit hampir mendekati angka enam ratus juta rupiah," ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku ini dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU RI nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU RI nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Mereka terancam mendapat hukuman kurungan penjara paling lama 20 tahun, serta denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini