Alat Rapid Test Antigen Bekas Didaur Ulang di Kantor Kimia Farma Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 30 April 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 608 2403248 alat-rapid-test-antigen-bekas-didaur-ulang-di-kantor-kimia-farma-medan-pQrvPdnVs6.jpg Polda Sumut rilis kasus alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu (Foto : Wahyudi Aulia)

MEDAN - Polda Sumatera Utara mengungkap penggunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Deliserdang. Ternyata alat tersebut didaur ulang di Laboratorium Kimia Farma di Jalan RA Kartini Nomor 1, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

"Diketahui semua kegiatan daur ulang itu dilakukan di Laboratorium Kimia Farma di R.A. Kartini. Setelah didaur ulang, alat antigen itu dibawa ke Layanan Antigen Bandara Kualanamu," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra di Mapolda Sumut, Kamis (29/4)/2021.

Ia menjelaskan, Plt Branch Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yakni PM (45) menjadi otak dalam daur ulang alat rapid test antigen ini.

"PM ini yang berperan sebagai penanggung jawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan cotton buds swab antigen bekas," ucapnya.

Kapolda melanjutkan, PM mengoordinasi empat karyawan lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu SR, DJ, R dan M.

 

"Setelah didaur ulang, alat antigen ini lalu dipakai untuk calon penumpang pesawat yang melakukan tes antigen di Bandara Kualanamu," ujarnya.

Sementara itu, diketahui mereka telah melayani rapit test antigen dengan alat bekas itu sejak Desember 2020.

Baca Juga : Poldasu Tetapkan 5 Tersangka Kasus Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu

"Dari hasil pemeriksaan dari saksi-saksi diketahui bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sejak tanggal 17 Desember 2020," sebut Panca.

Panca juga mengungkapkan, dari pemeriksaan sementara diketahui jika setiap hari layanan rapid test swab antigen itu melayani sebanyak 250 orang. Namun yang dilaporkan ke kantor pusat Kimia Farma hanya sekitar 100 orang.

"Jadi ada 150 yang tidak dilaporkan dan diduga menggunakan alat yang didaur ulang," sebutnya.

"Dari praktik daur ulang ini, Polisi menduga para tersangka meraih keuntungan hingga Rp30 juta," tambahnya.

Baca Juga : Layanan Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Sudah Terjadi sejak Desember 2020

Dalam kasus penggunaan alat bekas pakai pada layanan Rapid Test ini, Polisi sudah menetapkan 5 orang tersangka. Praktik ini sendiri diotaki oleh Bisnis Manager Laboratorium Kimia Farma Diagnostik di Medan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini