Ketahuan Beri Bocoran Soal Matematika, Kepala Sekolah di Sleman Langsung Mundur

krjogja.com, · Sabtu 01 Mei 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 510 2403807 ketahuan-beri-bocoran-soal-matematika-kepala-sekolah-di-sleman-langsung-mundur-nSfOWXrJx5.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

YOGYA – Lilik Mardiningsih mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah SMPN 4 Depok Sleman setelah terbukti memberikan bocoran soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) mata pelajaran Matematika beberapa waktu lalu.

Pengunduran diri diketahui sudah disampaikan sejak 19 April lalu kepada Bupati Sleman dengan tembusan Dinas Pendidikan Sleman.

Untuk sementara, jabatan kepala sekolah diisi pelaksana harian sampai adanya pelantikan pejabat definitif setelah adanya surat dari pusat. Sebelumnya, dinas terkait sudah menonaktifkan Lilik bersama seorang guru Matematika Sh akibat kasus kebocoran soal.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardoyo menyebut keputusan mundur kepala sekolah dinilai sebagai konsekuensi logis atas tindakan yang dilakukan. Pihaknya sebagai bagian dari tim pencari fakta tak mengintervensi keputusan di tingkat kabupaten termasuk terkait pengunduran diri kepala sekolah tersebut.

“Menurut kami, keputusan itu merupakan konsekuensi logis yang diambil oleh kepala sekolah. Kebetulan dia sebagai salah satu reviewer seharusnya bisa menyimpam rapi rahasia soal yang belum digunakan tapi karena keinginan pribadi supaya siswanya bisa memiliki hasil yang baik akhirnya sharing entah sengaja atau tidak namun seharusnya tidak boleh,” ungkap Didik, Jumat (30/4/2021).

Sementara untuk mencegah terjadinya kebocoran serupa di ASPD tingkat SD, Didik menyampaikan akan ada metode pembuatan soala berbeda yakni menggunakan metode tulis tangan. Para pembuat soal dikarantina dengan menyusun soal menggunakan tulis tangan dan nantinya akan diketik oleh petugas berbeda.

“Untuk SD itu kabupaten/kota, kami di DIY melakukan koordinasi penulisan soal. Saya kira lebih safety karena ditulis tangan di ruangan keluar tak bawa apa-apa dan yang mengetik petugas lain, saya kira bisa lebih baik. Kabupaten/kota mencetak soal yang nantinya dibagikan pada siswa. Naskah soal dari DIY langsung ke pencetaknya, dikemas dan dipacking oleh percetakan,” sambungnya.

Terkait penyelenggaraan keseluruhan ASPD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga akan terus melakukan evaluasi termasuk memasukkan konteks merdeka belajar. Kedepan dimungkinkan adanya tema sebagai bagian dari tolok ukur meliputi kemampuan literasi, numerasi dan science.

“ASPD akan dievaluasi, termasuk konteks merdeka belajar ini bisa jadi kita tak perlu masing-masing mapel, bisa juga konsep kemampuan literasi, numerasi dan science. Kita bisa mengarah pada konsep itu. Kita kemas dengan lebih tematik, itu kedepan mengikuti perkembangan akan seperti apa,” pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini