Unik! Buruh Demo May Day di Gedung Sate Bandung Kenakan APD

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 01 Mei 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 525 2403945 unik-buruh-demo-may-day-di-gedung-sate-bandung-kenakan-apd-MmepSvZVHy.jpg Buruh kenakan APD saat demo di Gedung Sate Bandung. (Foto: Agung Bakti)

BANDUNG - Ratusan buruh menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh setiap tanggal 1 Mei di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (1/5/2021).

Ada yang menarik dalam aksi buruh kali ini. Sebagian kelompok buruh terlihat mengenakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD). Selain itu, aksi juga digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti menjaga jarak antara satu buruh dengan buruh lainnya.

Kelompok buruh yang mengenakan APD tersebut berasal dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Mereka sengaja mengenakan APD sesuai intruksi pimpinannya dalam upaya mendukung pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Sejarah Hari Buruh Sedunia, Perjuangan Panjang Kaum Buruh Menuntut Hak

"Iya, sudah ada instruksi dari korlap untuk menjaga protokol kesehatan, sehingga kita menggunakan APD ini," ungkap salah seorang anggota KASBI, Pian.

Bahkan, kata Pian, APD berbahan plastik berwarna merah tersebut dimenakan dia dan temen-temannya mulai dari titik kumpul hingga lokasi aksi di halaman Gedung Sate.

Foto: Agung Bakti

Sementara itu, Ketua Konfe‎derasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar, Roy Jinto meyakinkan bahwa dalam aksi buruh kali ini, seluruh peserta aksi mematuhi prokes. Bahkan, mereka pun telah menjalani rapid test antigen sehari sebelum aksi digelar.

Baca juga: Dikawal Ketat, Kapolda Metro Jalan Bareng Perwakilan Buruh ke Gedung MK

"Aksi digelar dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, pakai masker, peserta aksi juga wajib rapid antigen sehari sebelum aksi," katanya.

Tidak hanya itu, jumlah peserta aksi pun dibatasi. Pihaknya sendiri membatasi peserta aksi hanya 100 orang, agar tidak terjadi kerumunan dan menghindari penularan Covid-19.

"Kita sangat memahami kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, makanya kami KSPSI tidak mengerakkan massa buruh yang besar," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, kata Roy, pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari tuntutan pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja hingga pembayaran THR Lebaran 2021 dibayar full.

"Kami juga meminta UMSK 2021 ditetapkan, usut tuntas dugaan korupsi dana Jamsostek, dan tindak pengusaha-pengusaha nakal yang tidak melaksanakan hak normatif buruh," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini