Menteri Nadiem Ingin Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tak Sekadar Slogan

Kiswondari, Sindonews · Minggu 02 Mei 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 65 2404282 menteri-nadiem-ingin-pemikiran-ki-hajar-dewantara-tak-sekadar-slogan-fXGldt3lKC.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Kememterian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengadakan rangakaian acara, salah satunya upacara bendera yang diselenggarakan di kantor Kemendikbud pada pagi ini, dam dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Nadiem ingin agar pada Hardiknas yang merupakan hari kelahiran bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, segala keluh kesah dikesampingkan dan membangkitkan semangat menyongsong pendidikan Indonesia. Dia juga ingin pemikiran Ki Hajar Dewantara tak sekadar slogan.

"Terlalu lama pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak kita manfaatkan sepenuhnya, pemikiran Ki Hajar Dewantara kita gunakan sebagai slogan-slogan semata, bahwa pendidikan di dalam RI haruslah menuju kebahagiaan batin, serta keselamatan hidup lahir, dan esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia," kata Nadiem dalam amanatnya sebagai pembina upacara, yang disampaikan dalam upacara yang disiarkan daring di kanak Youtube Kemendikbud RI, Minggu (2/5/2021).

"Mulai hari ini bahagia maupun nestapa, pemikiran bapak pendidikan Indonesia haruslah kita jiwai dan kita hidupkan kembali, agar semakin lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia serta terwujud kemerdekaan belajar yang sejati," sambungnya.

Nadiem melanjutkan, sudah 62 tahun berlalu sejak ditetapkan Hardiknas setiap tanggal 2 Mei. Hari ini adalah sebuah momen yang tepat bagi semua untuk merefleksikan kembali siapa saja yang bekerja dengan baik, dan apa saja yang perlu diperbaiki, lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, namun juga berani menciptakan sejarah baru yang gemilang.

Dia pun ingin agar anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh nilai Pancasila sepanjang hayatnya, dan mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, Kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar, 4 upaya perbaikan yang terus dikerjakan dengan berbagai elemen masyarakat yakni pertama perbaikan pada infrastruktur dan teknologi; kedua, perbaikan pada kebijakan, prosedur dan pendanaan, serta pemberkan otonomi lebih bagi satuan pendidikan; ketiga, perbaikan kepemimpinan masyarakat dan budaya; dan keempat perbaikan kurikukum, pedagogi dan asesmen.

"Sejak saya menjabat dan sampai saat ini, termasuk di masa pandemi, 10 episode merdeka belajar telah diluncurkan dan masih ada banyak lagi terobosan merdeka belajar yang terus dilakukan. Transformasi yang kami kerjakan ini terus kita lakukan untuk membuat segala yang jalan di temoat dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan," terang Nadiem.

Ki Hadjar Dewantara

Baca Juga : Ki Hajar Dewantara, Sosok yang Ikhlas Jadikan Diri sebagai Pelita Pendidikan

Kata Nadiem, dari lubuk hati yang terdalamnya, atas nama keluarga besar Kemendikbud Ristek mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat.

"Mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orangtua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri, dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote," ungkap founder Gojek itu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini