Pemotretan di Masjid Mesir, Penari Perut Rusia Picu Kemarahan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 03 Mei 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 18 2404890 pemotretan-di-masjid-mesir-penari-perut-rusia-picu-kemarahan-0xTHm3HAIS.jpg Johara berfoto di Masjid Al Meena, Kota Hurghada, Mesir. (Foto: Ist.)

KAIRO - Seorang penari perut Rusia yang terkenal di Mesir telah menyebabkan kontroversi di negara itu setelah muncul dalam foto-foto yang diambil di luar sebuah masjid.

Penari Ekaterina Andreeva, yang dikenal sebagai Johara atau "permata" dalam bahasa Arab, mem-posting foto di akun instagramnya yang menunjukkan dia mengenakan jilbab dan pakaian Abaya putih di halaman Masjid Al Meena yang terkenal di kota resor Hurghada di Laut Merah.

BACA JUGA: Model yang Berfoto Telanjang di Depan Masjid Hagia Sophia Akhirnya Minta Maaf

“Ramadhan Karim untuk negara-negara Islam. Semoga Tuhan membuatnya penuh dengan berkah untuk Anda dan keluarga Anda,” kata penari itu dalam sebuah posting, mengacu pada bulan suci Ramadhan.

Namun, foto-foto itu membuat marah beberapa warga Kota Hurghada

“Tidak pantas meninggalkan halaman masjid untuk seorang penari mengambil foto saat kita berada di hari-hari penuh berkah di bulan suci,” kata Tareq Rushdi, seorang warga Hurghada sebagaimana dilansir Gulf News.

Hamed Sayed, seorang warga lainnya, berkata: “Ada banyak lokasi wisata di Hurgahda. Lantas, mengapa seorang penari harus berfoto di depan masjid saat kita mengalami suasana spiritual Ramadhan?”

BACA JUGA: Polisi Buru Fotografer yang Memotret Sekelompok Model Tanpa Busana di Balkon

Menanggapi kemarahan beberapa warga itu, seorang pejabat awqaf setempat mengatakan foto-foto itu diambil di halaman luar masjid, yang merupakan tempat wisata bagi turis, pada saat tidak ada salat.

"Halaman masjid adalah tempat wisata turis sebagai bagian dari rencana perjalanan yang diatur oleh perusahaan perjalanan," tambah pejabat itu.

Sumber di Kementerian Awqaf Mesir, yang bertanggung jawab atas masjid di seluruh negeri, mengatakan bahwa imam masjid tersebut tidak akan dihukum. "Insiden itu tidak melanggar instruksi terkait," kata sumber kementerian.

“Sesi foto berlangsung di luar masjid dan di halaman masjid. Wanita itu mengenakan pakaian yang layak. Selain itu, masjid ini terbuka untuk turis dan fotografi diperbolehkan di halamannya seperti peraturan di Hurghad."

Tarian perut selama beberapa dekade telah populer di kalangan orang Mesir. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, genre ini tidak disukai di negara itu dengan beberapa ulama menyebutnya "tidak Islami".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini