Mayat Penuh Belatung di JLS Tulungagung Ternyata Korban Pembunuhan Sahabat Sendiri

Solichan Arif, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 519 2405063 mayat-penuh-belatung-di-jls-tulungagung-ternyata-korban-pembunuhan-sahabat-sendiri-d27j81XuGM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TULUNGAGUNG - Said Lupriadi (45), yang ditemukan tewas membusuk di kawasan jalur lintas selatan (JLS) Desa Keboireng,  Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, dipastikan korban pembunuhan. Said dibunuh dengan sebongkah batu yang dihantamkan ke kepala dan dadanya. 

Aparat Polres Tulungagung telah meringkus SW (31), warga Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang diduga sebagai pelaku. SW merupakan teman sekaligus tetangga korban yang sebelumnya sempat dimintai keterangan oleh petugas sebagai saksi. 

"Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto kepada wartawan. 

Baca juga: 6 Fakta Takjil Beracun Sianida Nani Apriliani, Motif Asmara hingga Ancaman Hukuman Mati

Jasad Said Lupriadi ditemukan seorang pencari rumput pada 27 April. Jasad erada di semak sekitar lima meter dari bahu jalan menuju pantai selatan Gemah. 

Kondisi jasad warga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu sudah membusuk. Belatung merubung nyaris sekujur jasad, termasuk bagian muka. Menurut Handono, motif aksi pembunuhan tersebut diduga karena sakit hati. SW tersinggung dengan omelan kasar korban yang baru saja kalah berjudi.  

"Motifnya tersinggung ucapan kasar, korban kemudian dibunuh," ucap Handono.

Korban sejak berpisah dengan istrinya memilih bertempat tinggal di Malang, Jawa Timur. Said bekerja sebagai sales bahan kue. Ceritanya, pada Jumat 23 April, korban dan pelaku berboncengan motor ke pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. 

Baca juga: Balita yang Dibunuh Ibu dan Selingkuhan Juga Dijejali Cabai Rawit

Korban berjudi dan kalah sampai Rp1 juta. Pada Sabtu 24 April, keduanya memutuskan kembali ke Malang. Saat itu dini hari, karena masih kesal dengan kekalahannya, sepanjang jalan korban terus mengomel. Pelaku juga menjadi sasaran omelan. Dengan alasan ingin kencing, pelaku meminta korban mampir ke JLS. 

"Saat berhenti korban tiba-tiba diserang oleh pelaku," terang Handono.

Tiga kali pukulan bersarang ke leher. Korban yang tidak siap gagal menghindar. Sebelum bangkit, sebongkah batu yang diperkirakan seberat 20 kilogram menghantam kepalanya.  

Pelaku kembali menghantamkan batu ke bagian dada korban. Hasil autopsi diketahui sejumlah tulang rusuk Said patah. "Korban mengalami luka di kepala dan dada," kata Handono. 

Jasad korban kemudian diseret ke semak-semak dan ditemukan tiga hari kemudian (27/4). 

Sebelum pergi, pelaku mengambil uang Rp1,1 juta dan HP korban. Motor korban ia pakai ke Malang. Sesampai di Malang, pelaku mengubah warna cat motor beserta nomor polisi. Sedangkan HP korban langsung dijual di wilayah Malang.

"Pelaku mengakui semua perbuatannya," terang Handono.

Dari pemeriksaan juga diketahui pelaku seorang residivis. SW pernah mendekam di penjara wilayah Jawa Tengah karena kedapatan mencuri tabung gas. Ia juga pernah meringkuk di penjara Malang, Jawa Timur karena menggondol HP. 

Handono menambahkan, dalam kasus pembunuhan ini, pelaku terancam dijerat pasal 339 dan 338 KUHP. "Yang bersangkutan terancam hukuman 20 tahun penjara," pungkas Handono.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini