Duh! Anak Pendeta Diperkosa di Hotel Melati Usai Kenalan di Medsos

Subhan Sabu, Okezone · Senin 03 Mei 2021 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 609 2404961 duh-anak-pendeta-diperkosa-di-hotel-melati-usai-kenalan-di-medsos-BBT5Qmu2OA.jpg Ilustrasi: Shutterstock

MANADO - Seorang gadis cantik berusia 15 tahun warga Kecamatan Mapanget, Kota Manado dicabuli dan diperkosa oleh DP alias Daniel, warga Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea disalah satu hotel yang berada di Kecamatan Wanea.

(Baca juga: Dikabarkan Bebas, Serda Ucok Eksekutor 4 Napi Cebongan Sowan ke Gus Miftah)

Berdasarkan laporan dari orangtua korban yang juga seorang pendeta berinisial ET (48) di Polresta Manado, awalnya pelaku berkenalan dengan anaknya lewat media sosial, keduanya kemudian menjalin hubungan khusus alias pacaran.

Pelaku kemudian mengajak korban untuk pergi ke salah satu hotel yang berada di Kecamatan Wanea. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku memaksa korban untuk membuka bajunya, namun korban tidak mau, pelaku kemudian membanting tubuh korban ke tempat tidur dan memaksa membuka baju korban.

(Baca juga: Ini Penampakan Surat FBR Meminta Jatah THR ke Pedagang Ciputat)

"Korban sempat mencoba untuk berteriak meminta pertolongan, akan tetapi pelaku membekap mulut korban dan mengatakan apabila korban hamil, pelaku akan bertanggung jawab,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Thommy Aruan, Senin (3/5/2021).

Pelaku yang membekap mulut korban, membuat  gadis di bawah umur itu tidak kuasa. Akibatnya, pelaku memperkosa korban di sebuah kamar hotel melati. 

“Karena korban tidak kuat menahan pelaku, akhirnya pelaku berhasil menyetubuhi korban,” sambungnya.

Setelah kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke orangtuanya. Mendengar anaknya jadi korban pemerkosaan, membuat orangtuanya berang dan melaporkan peristiwa yang dialami anak kesayangannya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado.

"Laporan sudah kami terima dan sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," tegas Aruan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini