Kekerasan Pasca Pemilu Tewaskan Setidaknya 17 Orang di India

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 05 Mei 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 18 2406122 kekerasan-pasca-pemilu-tewaskan-setidaknya-17-orang-di-india-Lxd9XpanNU.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KOLKATA - Setidaknya 17 orang diduga tewas di Negara Bagian Benggala Barat, India sejak Minggu (2/5/2021) dalam bentrokan menyusul pemilihan lokal. Semua korban dilaporkan pekerja partai yang tergabung dalam Kongres Trinamool (TMC) yang berkuasa dan oposisi Partai Bharatiya Janata (BJP).

Kekerasan dilaporkan pecah setelah TMC berkuasa untuk ketiga kalinya di negara bagian medan yang sengit diperebutkan.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di India Tembus 20 Juta

Tetapi polisi belum mengonfirmasi laporan kematian atau apa yang memulai kekerasan tersebut.

BJP menuduh pekerja TMC menyerang anggotanya, merusak kantor dan bahkan menjarah toko-toko yang dijalankan oleh pekerja BJP. Tetapi TMC membantah tuduhan itu dan mengatakan tujuh pekerjanya tewas dalam bentrokan, sementara BJP mengatakan kehilangan sembilan pekerja akibat kekerasan itu.

Dugaan kematian itu terjadi di tengah lonjakan tajam infeksi Covid di India. Kasus meningkat sangat cepat di Benggala Barat, yang menyaksikan demonstrasi pemilihan besar-besaran menjelang pemungutan suara.

TMC, BJP, dan koalisi partai kiri semuanya saling menyalahkan karena memicu kekerasan.

Visual yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan kantor yang digeledah, gedung yang terbakar, dan orang-orang diserang. Masih belum jelas bagaimana bentrokan itu dimulai.

BACA JUGA: India Laporkan Hampir 400 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari, Pusat Vaksinasi Ditutup

Menteri Ketua Mamata Banerjee, yang dilantik pada Rabu (5/5/2021) meminta masyarakat menahan diri dan tidak melakukan kekerasan.

Perdana Menteri Narendra Modi menelepon gubernur negara bagian, Jagdeep Dhankar, dan menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut. Kementerian dalam negeri federal juga meminta laporan kekerasan dari rekan negara bagiannya.

Situasi di Benggala Barat tetap tegang karena laporan kekerasan mengalir selama 24 jam terakhir dari beberapa distrik di seluruh negara bagian.

Benggala Barat, di mana partai politik memiliki kehadiran yang lebih besar dari biasanya di lapangan, memiliki sejarah kekerasan terkait jajak pendapat yang melibatkan kader partai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini