Ridwan Kamil: Jabar Siapkan 2.500 Ruang Isolasi Antisipasi Pemudik Lolos Penyekatan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 05 Mei 2021 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 525 2406287 ridwan-kamil-jabar-siapkan-2-500-ruang-isolasi-antisipasi-pemudik-lolos-penyekatan-0ftUF2vEio.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto : Humas Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, Jabar menyiapkan 2.500 ruang isolasi di desa-desa untuk mengantisipasi pemudik yang lolos penyekatan petugas dan berhasil sampai di kampung halaman.

Para pemudik nekat itu wajib menjalani karantina di ruang isolasi yang disiarkan selama lima hari sebelum bertemu keluarganya.

"Maka di perkampungan kita sudah siapkan 2.500-an ruang isolasi. Kita sudah instruksikan kepada perangkat desa bagi yang ngotot agar setiba di kampung halaman untuk dikarantina," ujar Ridwan Kamil Talk Show Virtual BNPB bertajuk "Kesiapan Pemda Menghadapi Larangan Mudik" dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berujar, data pemudik yang menjalani karantina tersebut akan di-update di aplikasi Pikobar, sehingga bakal diketahui jumlah masyarakat yang nekat mudik.

"Ini sangat efektif, tapi hasil akhirnya kita akan hitung berapa kenaikan BOR (bed occupancy rate) rumah sakit karena provinsi Jabar sudah satu bulan berkinerja sebagai satgas terbaik se-Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Emil menegaskan, Pemda Provinsi Jabar mendukung kebijakan larangan mudik lokal di wilayah aglomerasi yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19.

Diketahui, wilayah aglomerasi di Jabar meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Selain itu, aglomerasi berlaku di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok.

Baca Juga : 158 Pos Penyekatan Tersebar di Jabar, Ridwan Kamil Sepakat Mudik Lokal Dilarang

"Narasinya sama dengan pemerintah pusat, mudik lokal itu tidak diperkenankan. Aglomerasi yang dibolehkan bergerak hanya untuk para pekerja saja," tuturnya.

Menurutnya, masih ada sekitar 7 persen warga yang memaksa mudik ke Jabar, khususnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kurang lebih 400.000-an pemudik yang harus kami waspadai di wilayah Jabar," ucapnya.

Kang Emil juga mengatakan, sejalan dengan instruksi Kapolri, Jabar juga meniadakan aktivitas wisata di zona merah dan oranye.

"Jadi, sesuai kesepakatan, zona merah dan oranye itu pariwisata ditiadakan dan ini sudah menjadi intruksi dari Kapolri. Yang diizinkan hanya zona kuning hijau termasuk juga berlaku bagi pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H," katanya.

Baca Juga : Ridwan Kamil: Pariwisata Bandung Barat dan Tasikmalaya Ditutup saat Lebaran

"Untuk pariwisata yang berada di zona non-merah dibuka dengan menyesuaikan kapasitas 50 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini