Harus KKN & Ditinggal Pacar, Mahasiswi di Yogyakarta Buang Bayi ke Gerobak Tahu

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 510 2406593 harus-kkn-ditinggal-pacar-mahasiswi-di-yogyakarta-buang-bayi-ke-gerobak-tahu-ZbKL1pf1vM.jpg Pelaku pembuang bayi. (Foto: Priyo Setyawan)

YOGYAKARTA - Teka-teki pelaku pembuang bayi jenis kelamin perempuan di gerobak bekas jualan tahu walik di daerah Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Jumat (30/4/2021) pukul 19.30 WIB, terungkap.  Pelaku adalah seorang perempuan, CM (21) yang juga ibu dari bayi malang tersebut. Alasan pelaku takut tidak bisa merawat sebab akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Warga Waropen, Papua  tersebut sekarang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta.  Sedangkan bayinya dirawat  di Dinas Sosial (Dinsos) Yogyakarta.

“CM  kami amankan, di Puskesmas Jetis, Yogyakata, Senin (3/1/2021) siang pukul 13.00 WIB” kata  Kapolsek Umbulharjo, Yogyakarta, Kompol Achmad Setyo Budiantoro Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Terekam CCTV, Aksi Pelaku Buang Bayi Baru Lahir di Pinggir Jalan

Achmar Setyo menjelaskan, CM adalah mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta dan belum menikah. Ia mempunyai pacar dan saat menjalin asmara sudah melakukan hubungan suami-istri hingga hamil. Namun hubungan keduanya putus dan sudah tidak lagi berkomunikasi. Padahal CM sedang mengandung.

CM bahkan tak mengetahui di mana keberadaan pacarnya tersebut sebab sudah  tidak bisa dihubungi. “Motif CM membuang bayinya, selain belum menikah, juga takut tidak bsia merawatnya sebab akan ditinggal KKN,” kata Achmar.

Baca juga: Mayat Bayi Mengambang di Sungai Kota Malang, Mulut Tersumbat Kain

Sedangkan dari hasil pemeriksaan, CM melahirkan bayi perempuan di Puskesmas Jetis, Kamis (29/4), pukul 10.00 WIB. Jumat (30/4/2021) sore pukuk 17.00 WIB,  keluar dari puskesmas dengan membawa bayinya. Namun bayinya tidak dibawa pulang, justru dibuang di sebuah gang dekat gerobak bekas jualan tahu walik di Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo. 

"CM datang ke lokasi dengan menaiki becak. Setelah itu, pulang ke kos yang berada di wilayah Umbulharjo," ujarnya.

Setelah ditinggal, seorang warga mendengar suara tangisan bayi. Warga itu terkejut mengetahui yang menangis adalah bayi  dalam gerobag bekas jualan tahu walik. Bayi tersebut lengkap dengan pakaian, popok, tutup kepala, slemek dan selendang.  Peristiwa itu kemudian dilaporkanya ke Polsek Umbulharjo.

Mendapat laporan itu, petugas lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, didapat petunjuk di popok bayi terdapat tulisan 'ranap’. Penyidik mengecek beberapa rumah sakit dan klinik di Yogyakarta.

Diketahui bahwa tulisan pada popok bayi tersebut dari Puskesmas Jetis Yogyakarta. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Jetis, sehingga diketahui identitas ibu dari bayi tersebut.

"Berbekal keterangan dari puskesmas. Kita kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku, Senin (3/5/2021) pukul 13.00 WIB, "  terangnya.

Pelaku dijerat Pasal 76B jo Pasal 77B UU RI NO.35 th 2014 tentang perubahan atas UU No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 305 jo psl 307 KUHP  tentang penelataran anak dengan ancaman tujuh  tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini