Pria Ini Jadi Muncikari Setelah Kena PHK, Open BO Gadis Bawah Umur Rp500 Ribu

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 510 2406735 pria-ini-jadi-muncikari-setelah-kena-phk-open-bo-gadis-bawah-umur-rp500-ribu-CrJdoD9x9J.jpg MUI dan AI ditangkap polisi. (Foto: Priyo)

YOGYAKARTA - Petualangn MU pria berusia 30 tahun dan AI wanita 18 tahun sebagai muncikari dengan menjajakan anak di bawah umur berakhir setelah aktivitas mereka dibongkar oleh petugas kepolisian. Warga Grobogan, Jawa Tengah  dan Bungo, Jambi itu pun sekarang mendekam di sel tahanan Mapolsek Gondokusuman, Yogyakarta. 

Kapolsek Gondokusuman, Yogyakarta, AKP Surahman mengatakan, terungkapkan praktik prostitusi online itu berawal Jumat (30/4/2021) pukul 13.00 WIB. Seorang warga Gondokusuman curiga dengan perubahan sikap anak  perempuanya, PCP (17). 

Baca juga: Satpol PP Bongkar Kasus Prostitusi Bermodus Sewa Kos-Kosan di Depok

PCP sering melamun dan pulang malam. Saat ditegur gampang marah. Perubahan itu terjadi sejak Februari 2021.  Orangtua PCP semakin kaget ketika melihat dompet anaknya terdapat uang Rp1 juta, padahal hanya diberi uang jajan Rp10 ribu. 

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan indentitas teman PCP,  yakni AY.  Dari AY didapat informasi jika PCP dipekerjakan oleh MU dan AI untuk melayanai lelaki hidung belang. 

Modusnya dengan menawarkan melalui akun media sosial Facebook MU dengan tarif Rp500 ribu.

Baca juga:  Astaga! Prostitusi Online di Majalengka, Pelaku Jajakan Adik dan Istri Sendiri

Berbakal informasi tersebut, petugas selanjutnya berpura-pura memesan PCP dan disepakati di hotel di daerah Pakualaman, Jumat (30/4/2021) malam. Benar saja, ketika petugas datang di hotel, terdapat tiga orang, masing-masing MU, AI dan PCP yang siap melakukan transaksi. Mereka selanjutnya diamankan petugas dan dibawa ke Mapolsek Gondokusman. 

“Dari pemeriksaan PCP yang dijual MU dan AI untuk melayani lelali hidung belang masih di bawah umur,” kata Surahman, Kamis (6/5/2021).

Dari pemeriksaan, praktik protitusi online itu sudah berlangsung dua bulan. MU berperan sebagai pengelola sedangkan AI sebagai admin. PCP sudah 40 kali melayani lelaki hidung belang.

PCP dan MU berkenalan saat magang di tempat kerja MU. Karena sudah kenal, PCP dua bulan terakhir menghubungi MU untuk mencari kerja. Sebelum terjun di dunia protistusi, MU mengajak PCP berhubungan intim.

Sedangkan dengan AI,  MU baru kenal dua minggu. AI kenal MU melalui medsos dan ingin mencari kerja karena menganggur setelah kena PHK. Awalnya MU menawarkan AI untuk melayani pria hidung belang, namun ditolak. Dia akhirnya dipekerjakan sebagai admin.

“Sama seperti PCP, sebelum bekerja MU mengauli AI terlebih dahulu,” terangnya. 

Sebelum terjun sebagai muncikari, MU menganggur karena menjadi korban PHK. Dengan alasan ekonomi, dia mengelola prostitusi online tersebut.  Petugas masih mengembangkan kasus ini, aakah ada wanita lain yang dipekerjakan atau tidak. 

“Pelaku dalam kasus ini dijerat  pasal 76 jo pasal 88 UU NO 35/20214 tentang perubahan atas UU No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak  dengan  ancaman hukuman 10 tahun penjara dan atau denda Rp200 juta,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini