Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocah 7 Tahun Koma Setelah Dibanting 27 Kali dalam Latihan Judo

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 08 Mei 2021 |11:31 WIB
Bocah 7 Tahun Koma Setelah Dibanting 27 Kali dalam Latihan Judo
Foto: Getty Images.
A
A
A

TAIPEI - Kasus seorang anak laki-laki yang tengah bertahan hidup setelah dibanting ke lantai sebanyak 27 kali saat latihan judo oleh pelatih dan temannya mengejutkan Taiwan sekaligus menyoroti apa yang dikatakan para kritikus sebagai budaya menutup mata terhadap kekerasan pada anak.

Wei Wei adalah tipikal anak laki-laki berusia tujuh tahun yang tinggal di Taiwan.

Dia adalah penggemar Super Mario, penyuka olahraga, dan pernah memenangkan tempat ketiga dalam perlombaan lari.

BACA JUGA: Restoran Taiwan Diserang dengan 1.000 Kecoak, Diduga Ulah Geng Kriminal

Sebelumnya pada April, dia meyakinkan keluarganya bahwa dia ingin mencoba latihan judo.

Hanya dua minggu setelah latihan, dia terbaring dalam keadaan koma. Kondisinya kemungkinan akan terus berada dalam keadaan vegetatif, atau tak bisa bergerak normal, bahkan jika dia bertahan hidup.

Sebuah video muncul, yang menunjukkan dia dibanting ke atas tikar oleh seorang teman sekelasnya yang lebih tua selama latihan judo.

Saat latihan berlanjut, dia terdengar berteriak "kaki saya", "kepala saya" dan "saya tidak menginginkan ini!". Tetapi pelatihnya terus memerintahkan dia untuk berdiri dan menyuruh anak laki-laki yang lebih tua untuk terus membantingnya.

Ketika Wei Wei terlalu lemah untuk bangun, pelatihnya, yang jauh lebih besar darinya, mengangkatnya dan membantingnya beberapa kali.

Pada satu titik, anak itu muntah, tetapi "latihan" tidak berhenti.

Secara keseluruhan, kata keluarganya, dia dibanting lebih dari 27 kali.

BACA JUGA: Taiwan Selidiki Pria yang Seberangi Selat Taiwan dengan Perahu Karet Kecil

Wei Wei akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Dokter mengatakan bocah laki-laki itu menderita pendarahan otak yang parah. Dia sekarang dalam keadaan koma dan dipasangkan alat-alat yang mendukungnya untuk tetap hidup.

"Saya masih ingat pagi itu ketika saya mengantarnya ke sekolah," kata ibunya.

"Dia berbalik dan berkata, 'Mama selamat tinggal'. Di malam hari, dia sudah menjadi seperti ini."

'Otoritas dan penyalahgunaan'

Pelatih judo, yang berusia akhir 60-an dan diidentifikasi hanya dengan nama belakang Ho, telah ditahan untuk penyelidikan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan cedera serius.

Dia membantah melakukan kesalahan, menurut Pengadilan Distrik Taichung.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement