Pakar Teknik Kimia ITB Berhasil Ciptakan Teknologi Pengolahan Sampah Zero Waste

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 17 Mei 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 65 2411327 pakar-teknik-kimia-itb-berhasil-ciptakan-teknologi-pengolahan-sampah-zero-waste-MOo5hrlwAH.jpeg Foto: SINDOnews.

JAKARTA – Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat teknologi pengolahan untuk sampah organik, yang menjadi penyumbang komponen sampah terbesar.

Bersama timnya, Dosen KK Perancangan Produk Teknik Kimia ITB Ir Akhmad Zainal Abidin membuat teknologi Manajemen Sampah Zero (Masaro), yang merupakan pelatihan pengelolaan sampah menghasilkan zero waste.

BACA JUGA: Lebih Ramah Lingkungan, Yuk Beralih Ke Gaya Hidup Zero Waste

Masaro dilakukan dengan mengubah paradigma mengenai pengolahan sampah yang awalnya hanya sebatas cost center (kumpul – angkut – buang) menjadi profit center (pilah – angkut – proses – jual).

“Sampah dapat dimanfaat dan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Sampah yang tercampur aduk itu beban,tetapi sampah yang terpilah adalah aset” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Senin (17/5/2021).

Penerapan Teknologi Masaro menggunakan lima prinsip. Diawali dengan pemilahan sampah di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan pembuatan manajemen untuk program sustainability.

BACA JUGA: Gandeng Australia Bereskan Sampah Plastik, Menko Luhut: Ini Masalah Besar

Sampah dari masyarakat dibagi menjadi lima kategori yaitu sampah membusuk, sampah plastik film, sampah waste to energy (WTE), sampah daur ulang, dan sampah B2 (bahan berbahaya). Masing-masing jenis sampah diolah sesuai dengan prosesnya masing-masing untuk menghasilkan produk yang memiliki value added.

Aplikasi program LBHP diawali dengan memasukkan sampah organik di bagian bawah polybag diikuti dengan campuran 3 media tanam lain diatasnya dan disiram dengan POCI (Pupuk Organik Cair Istimewa) Masaro yang juga merupakan salah satu hasil produk dari Teknologi Masaro.

Sampah organik menjadi fokus utama pada teknologi Masaro ini. Akhmad Zainal dan tim membentuk program Lingkungan Bersih Hijau dan Produktif (LBHP) untuk melibatkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan industri, untuk melakukan pengelolaan dan pengolahan sampah organik di rumah.

LBHP Masaro merupakan program pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi media tanam dengan formulasi 4:3:2:1. Media tanam yang digunakan tidak hanya menggunakan sampah organik tetapi juga melibatkan komponen lain diantaranya tanah, sampah organik, kotoran hewan, dan arang sekam padi, dengan formulasi yang disebutkan.

Pengolahan sampah organik dengan LBHP Masaro telah mampu menghabiskan sampah organik di desa dan kelurahan. Meskipun demikian, pelaksanaan program LBHP harus diawali dengan sosialisasi dan diberikan edukasi yang baik, temasuk bimbingan teknis, monitoring, dan evaluasi agar membangun kesadaran di masyarakat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini