Ketiga Kalinya dalam Sepekan, AS Veto Pernyataan DK PBB Terkait Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411566 ketiga-kalinya-dalam-sepekan-as-veto-pernyataan-dk-pbb-terkait-palestina-VGKS0UtFLb.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terkait konflik Israel dan Hamas di Gaza, yang ketiga dalam seminggu, kembali berakhir tanpa hasil konkret. Ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) memveto pernyataan bersama yang menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas.

Pertemuan pada Minggu (16/5/2021) itu terjadi setelah AS dilaporkan dua kali memblokir resolusi pekan lalu yang akan mengutuk tanggapan militer Israel dan menyerukan gencatan senjata.

BACA JUGA: Menlu China Kecewa AS Blokir Pernyataan DK PBB Soal Gaza

Setidaknya 212 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak tewas dalam pengeboman Israel di Gaza. Sementara itu Hamas dan kelompok Palestina lainnya telah menembakkan sekitar 3.350 roket dari Gaza menewaskan setidaknya 10 orang di Israel, termasuk dua anak-anak.

Selain memblokir pernyataan bersama DK PBB, Amerika Serikat dan Presiden Joe Biden juga tidak menunjukkan tanda-tanda meningkatkan tekanan publik terhadap Israel. Gedung Putih berulang kali mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan pada pertemuan darurat bahwa AS "bekerja tanpa lelah melalui saluran diplomatik" untuk menghentikan pertempuran.

BACA JUGA: Sepekan Serangan Udara Israel, 212 Warga Palestina Tewas di Gaza

"Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa kami siap untuk memberikan dukungan dan jasa baik kami jika pihak-pihak tersebut mengupayakan gencatan senjata," katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Sejauh ini, tidak ada pernyataan bersama yang muncul dari DK PBB, meskipun negosiasi dipimpin oleh Norwegia, China dan Tunisia telah berlangsung.

AS, China, Prancis, Rusia, dan Inggris adalah anggota tetap dewan keamanan, membuat mereka mereka hak veto atas pernyataan bersama. China sebelumnya menyebut AS sebagai satu-satunya suara yang tidak setuju dalam masalah ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini