Buntut Serangan Israel, PBB Peringatkan Pembangkit Listrik di Gaza Terancam Kehabisan Bahan Bakar

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 18 Mei 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411572 buntut-serangan-israel-pbb-peringatkan-pembangkit-listrik-di-gaza-terancam-kehabisan-bahan-bakar-rujpzThkqG.jpg Serangan Israel ke Palestina telah menghancurkan wilayah itu (Foto: Reuters)

ISRAEL - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan jika satu-satunya pembangkit listrik di Gaza berisiko kehabisan bahan bakar akibat konflik kekerasan dengan Israel. Gaza sudah mengalami pemadaman listrik setiap hari selama antara delapan dan 12 jam, dan air keran tidak dapat diminum.

Mohammed Thabet, juru bicara perusahaan distribusi listrik di wilayah itu, mengatakan pihaknya memiliki bahan bakar untuk memasok listrik ke Gaza selama dua atau tiga hari ke depan.

Pejabat Palestina mengatakan Israel juga berjanji untuk membuka satu-satunya penyeberangan kargo dengan Gaza selama beberapa jam pada Selasa (18/5) untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan - termasuk bahan bakar, makanan dan obat-obatan - untuk masuk.

 Walikota Kota Gaza, Yahya Sarraj, mengatakan serangan yang dilakukan Israel telah menyebabkan kerusakan parah pada jalan dan infrastruktur lainnya. Dia mengatakan pasokan air ke ratusan rumah tangga terganggu. “Kami berusaha keras menyediakan air, tapi situasinya tetap sulit,” ujarnya.

Seperti diketahui, militer Israel telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak 10 Mei lalu, membuat banyak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pantai.

(Baca juga: Serangan Udara Israel Klaim Hancurkan Terowongan-terowongan di Gaza)

Serangan terbaru menghancurkan gedung lima lantai yang menampung Kementerian Urusan Agama yang dikelola Hamas, sebuah bangunan yang menurut Israel menampung pusat operasi utama pasukan keamanan internal Hamas.

 Israel juga membunuh seorang pemimpin Gaza Jihad Islam, kelompok militan lain yang disalahkan oleh militer Israel atas beberapa dari ribuan serangan roket yang diluncurkan ke Israel dalam beberapa hari terakhir. Israel mengatakan serangannya menghancurkan terowongan sepanjang 15 kilometer (9 mil) yang digunakan oleh militan.

 Militer Israel juga melancarkan gelombang besar serangan udara pada Senin (17/5) di Jalur Gaza. Termasuk menghancurkan terowongan militan dan sembilan rumah komandan Hamas.

Serangan udara baru yang menghantam Gaza pada Senin (17/5) malam itu juga menghancurkan satu lantai gedung beton bertingkat dan menewaskan lima orang.

(Baca juga: Cek Fakta Konflik Israel-Palestina di Medsos, agar Tidak Terkena Konten Palsu)

Seorang wanita terlihat mencari-cari sisa-sisa pakaian, puing-puing, dan perabotan pecah-pecah di sebuah ruangan yang telah hancur.

Menurut seorang saksi, sebuah mobil di jalan terkena serangan udara bengkok dan robek, atapnya robek ke belakang dan sisa pintu samping pengemudi berlumuran darah. Sebuah kafe tepi pantai yang baru saja ditinggalkan mobil itu pecah dan terbakar.

 Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Senin (17/5), korban tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung telah meningkat menjadi 212 orang.

Jumlah ini termasuk 61 anak-anak, 35 wanita dan 16 orang lanjut usia (lansia). Lalu 1.500 orang terluka selama serangan itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini