Pemerintah AS Setujui Penjualan Rudal Pintar Senilai Rp5,3 Triliun ke Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411590 pemerintah-as-setujui-penjualan-rudal-pintar-senilai-rp5-3-triliun-ke-israel-fkGmRaC56S.jpg Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DC - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyetujui penjualan rudal presisi senilai USD735 juta (sekira Rp5,3 triliun) ke Israel hampir sepekan sebelum pecahnya pertempuran antara Israel dengan Hamas di Gaza, demikian dilaporkan.

Menurut laporan Washington Post, Kongres AS diberitahu tentang usulan penjualan amunisi berpemandu presisi pada 5 Mei, setidaknya enam hari sebelum Hamas menembakkan roket ke Yerusalem, yang dibalas dengan serangan udara ke Gaza oleh militer Israel.

BACA JUGA: Sepekan Serangan Udara Israel, 212 Warga Palestina Tewas di Gaza

Anggota parlemen AS memiliki 15 hari untuk menolak penjualan tersebut sejak pemerintah memberi tahu mereka secara resmi. Namun, menurut laporan itu, beberapa anggota parlemen mengetahui penjualan tersebut untuk pertama kalinya selama akhir pekan.

Laporan Washington Post menyebutkan bahwa beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat yang kritis terhadap bantuan tanpa syarat ke Israel sekarang mendesak untuk rincian dan mungkin berharap untuk menggunakan penjualan itu sebagai potensi pengaruh.

"Membiarkan penjualan bom pintar yang diusulkan ini dilakukan tanpa menekan Israel untuk menyetujui gencatan senjata hanya akan memungkinkan pembantaian lebih lanjut," kata salah satu anggota parlemen Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR sebagaimana dilansir The Post.

BACA JUGA: Ketiga Kalinya dalam Sepekan, AS Veto Pernyataan DK PBB Terkait Palestina

Sebagai tanda berkurangnya status Israel sebagai masalah konsensus dalam politik AS, ada seruan yang meningkat di jajaran Demokrat untuk berhenti memberikan bantuan militer kepada Israel tanpa syarat.

Hingga Selasa (18/5/2021) Israel telah melancarkan ratusan serangan udara ke Gaza, menewaskan 212 warga Palestina, termasuk 61 anak-anak.

Sementara Hamas dan kelompok-kelompok Palestina telah menembakkan lebih dari 3.200 roket ke kota-kota Israel sejak konflik pecah Senin (10/5/2021) menewaskan 10 orang termasuk dua anak-anak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini