Balas Tembakan Artileri, Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon

Antara, · Selasa 18 Mei 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411732 balas-tembakan-artileri-israel-lancarkan-serangan-ke-lebanon-sggXLHyS2w.jpg Foto: Reuters.

TEL AVIV - Israel melancarkan serangan artileri balasan ke Lebanon setelah pada Senin (17/5/2021) enam proyektil ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel utara, tapi proyektil-proyektil itu gagal melintasi perbatasan.

Militer Israel mengatakan serangannya itu ditujukan ke lokasi-lokasi peluncuran proyektil di Lebanon.

Seorang sumber di bidang keamanan Lebanon mengatakan, peluru terdengar ditembakkan dari Lebanon selatan dan upaya sedang dilakukan untuk mengetahui lokasi tersebut. Sumber itu mengatakan ada sekira 22 peluru yang ditembakkan artileri Israel ke wilayah Lebanon.

BACA JUGA: Pengamat Pertahanan Ungkap Sejumlah Kelemahan Sistem Iron Dome Israel

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pihaknya telah mendeteksi tembakan roket dari sekitar Rashaya Al Foukhar di Lebanon selatan.

"Kepala UNIFIL segera melakukan kontak dengan mitra-mitra mereka di militer Lebanon serta komando IDF untuk mendesak para pihak agar benar-benar menahan diri untuk mencegah peningkatan ketegangan. IDF sekarang telah menghentikan tembakan," tulis misi tersebut di Twitter, IDF adalah angkatan bersenjata Israel.

"Situasi di wilayah itu sekarang tenang."

Tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan.

Serangan artileri itu juga tampaknya tidak menandakan ada medan baru dalam pertempuran Israel dengan kelompok milisi di Jalur Gaza.

Serangan dari Lebanon menyebabkan sirene serangan udara Israel meraung-raung di dekat kibbutz (kompleks permukiman warga Israel) Misgav Am, di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

BACA JUGA: Cek Fakta Konflik Israel-Palestina di Medsos, agar Tidak Terkena Konten Palsu

Insiden itu merupakan serangan lintas batas kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Pada Kamis (13/5/2021), tiga roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara namun mendarat di Laut Mediterania. Serangan itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Israel berperang pada 2006 melawan gerilyawan Hizbullah, yang memiliki pengaruh di Lebanon selatan serta akses untuk mendapatkan roket canggih. Sejak itu, perbatasan tersebut lebih tenang.

Kelompok-kelompok kecil Palestina di Lebanon pada masa lalu kerap menembaki Israel secara sporadis.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini