Mantan Pilot AU Israel: Tentara Kami Adalah Organisasi Teroris

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411804 mantan-pilot-au-israel-tentara-kami-adalah-organisasi-teroris-nuOnM6ORpu.jpg Mantan pilot AU Israel Yonatan Shapira. (Foto: AFP)

ANKARA – Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira mengakui kekejaman yang telah dilakukan negaranya di Palestina. Dia menggambarkan pemerintah dan tentara Israel sebagai "organisasi teroris" yang dijalankan oleh "penjahat perang".

Kapten Shapira mengundurkan diri dari tentara Israel pada 2003, saat Intifadah Kedua Palestina mencapai puncaknya.

BACA JUGA: Sepekan Serangan Udara Israel, 212 Warga Palestina Tewas di Gaza

Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Anadolu, dia menjelaskan mengapa dia menyadari setelah bergabung dengan militer Israel bahwa dia adalah "bagian dari organisasi teroris".

“Saya menyadari selama Intifada Kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang, yang meneror populasi jutaan orang Palestina. Ketika saya menyadarinya, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi tetapi untuk mengatur pilot lain yang secara terbuka akan menolak untuk mengambil bagian dalam kejahatan ini,” kata Shapira sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

"Sebagai seorang anak di Israel, Anda dibesarkan dalam pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," ujarnya.

BACA JUGA: Cek Fakta Konflik Israel-Palestina di Medsos, agar Tidak Terkena Konten Palsu

Sejak meninggalkan tentara Israel, Shapira telah meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lainnya untuk tidak mematuhi perintah untuk menyerang warga Palestina.

Kampanye tersebut telah menyebabkan 27 pilot militer lainnya diberhentikan dari jabatan mereka di Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Dalam sepekan terakhir, pesawat tempur Israel telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza yang terkepung, menewaskan setidaknya 212 warga Palestina termasuk 61 anak-anak serta melukai lebih dari 1.200 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini