Desa di India Ini Rawat Para Pasien Covid-19 di Bawah Pohon

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 18 2411840 desa-di-india-ini-rawat-para-pasien-covid-19-di-bawah-pohon-eH05dRzar8.jpg Warga desa yang mengalami kesulitan pernafasan karena infeksi Covid-19 dirawat di bawah pohon yang berfungsi sebagai klinik terbuka di Desa Mewla Gopalgarh, Distrik Jewarh, Uttar Pradesh, India, 16 Mei 2021. (Foto: Reuters)

LUCKNOW - Tidak adanya fasilitas dan tenaga media membuat sebuah desa di India utara yang terdampak pandemi terpaksa merawat para pasien Covid-19 di bawah pohon.

Orang-orang sakit berbaring di ranjang di bawah pohon, tetesan glukosa tergantung di dahan, sapi terlihat merumput di sekitar, sementara jarum suntik dan bungkusan obat kosong berserakan di tanah.

BACA JUGA: Dikira Meninggal, Pasien Covid-19 Hidup Lagi Sesaat Sebelum Dikremasi

Desa Mewla Gopalgarh di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, sekira 90 menit dari Ibu Kota New Delhi, tidak memiliki fasilitas medis ataupun dokter. Ada rumah sakit pemerintah di dekatnya tetapi tidak memiliki tempat tidur yang tersedia dan penduduk desa mengatakan mereka tidak mampu membayar klinik swasta.

Sebaliknya, praktisi pengobatan alternatif desa telah mendirikan klinik terbuka tempat mereka mendistribusikan glukosa dan pengobatan lain kepada pasien dengan gejala Covid-19.

Beberapa percaya berbaring di bawah pohon neem, yang dikenal dengan khasiat obatnya, akan meningkatkan kadar oksigen mereka. Tidak ada dasar ilmiah untuk keyakinan ini atau untuk beberapa solusi lain yang ditawarkan.

BACA JUGA: Setelah Diselingkuhi Bertahun-tahun Pria Ini Malah Bantu Istrinya Nikahi Kekasih Gelapnya

"Ketika orang menjadi sesak, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen mereka," kata Sanjay Singh sebagaimana dilansir Reuters. Ayah Singh, yang berusia 74 tahun, meninggal beberapa hari lalu setelah terserang demam.

Singh mengatakan ayahnya tidak diuji dan meninggal dalam dua hari.

"Orang-orang sekarat dan tidak ada yang menjaga kami," katanya.

Gelombang kedua pandemi Covid-19 di India, yang bahkan telah membawa rumah sakit di kota-kota besar seperti Delhi kewalahan. Di Daerah pedalaman India, di mana perawatan kesehatan minim, pandemi berdampak lebih parah.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang menghadapi kritik karena gagal mempersiapkan gelombang kedua, mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa pandemi menyebar dengan cepat di desa-desa dan mendesak orang-orang untuk tidak mengabaikan gejalanya.

"Lakukan tes, isolasi diri Anda dan mulai pengobatan tepat waktu," katanya.

Tetapi di desa ini, orang-orang berusaha sebaik mungkin. Seorang wanita meminjam tabung oksigen dari tetangga yang kondisinya sedikit membaik, kata keluarganya.

“Sebenarnya, belum ada pengujian COVID-19. Kami telah mencoba tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak memiliki cukup staf, ”kata Yogesh Talan, 48 tahun, mantan kepala desa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini