Suara Bising Motor Picu Pengeroyokan di Sleman, Nyawa Andi Tak Tertolong

krjogja.com, · Kamis 20 Mei 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 510 2413088 suara-bising-motor-picu-pengeroyokan-di-sleman-nyawa-andi-tak-tertolong-t5mRm2UXFe.jpg Tersangka pengeroyokan di Sleman. (Foto: KRJogja)

SLEMAN – Andi Nur Widodo (31) warga Gamping Sleman tewas dikeroyok oleh 9 orang yang kini sudah ditetapkan tersangka. Polisi menyita sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku untuk mengeroyok korban.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Sleman Ipda Sulistyo Bimantoro mengatakan, kesembilan tersangka sudah ditahan. Mereka seluruhnya warga Sleman yakni D alias Kantong (40) warga Turi, NA (22), NK alias Kenung (23), NR (28), AW alias Bowo (33), W alias Mas Win (34), T alias Setro (39), MD (45) dan S (43).

Baca juga: Pengeroyokan di Tebet, 5 Orang Ditangkap Polisi

“Kesembilan pelaku sudah berstatus sebagai tersangka dan sudah ditahan sejak dua hari lalu,” ungkapnya, Kamis (20/5/2021).

Ipda Sulistyo menyebut, penganiayaan tak hanya menewaskan Andi, namun juga melukai seorang korban lainnya. Pengeroyokan terjadi Kamis (13/5/2021) dini hari sekitar pukul 01.00, saat Andi yang berboncengan dengan Tedy Susilo (43) warga Ngaglik Sleman, hendak pulang ke rumah.

Saat melintas di depan para pelaku yang saat itu sedang nongkrong dengan puluhan orang lainnya, kedua korban diduga mengendarai motor dengan kencang. Kecepatan motor memicu suara knalpot yang keras sehingga membuat emosi para pelaku tersulut kemudian korban diteriaki klithih dan dikejar beramai-ramai.

Baca juga: Cemburu, Suami Hajar Pria yang Antar Istrinya hingga Babak Belur

Berhasil ditangkap pada jarak sekitar 800 meter dari tempat para pelaku nongkrong, kedua korban akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.

Kaur Bidang Operasional Satreskrim Polres Sleman Itu Sri Pudjo menambahkan, korban Andi mengalami luka lebam dan sobek pada mata dan kepala serta patah tulang punggung sehingga tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. Namun beberapa hari dalam perawatan, nyawa korban akhirnya tidak tertolong pada Selasa (18/5/2021) sore.

Sedangkan korban Tedy mengalami luka lebam pada mata dan kaki sehingga tidak bisa berjalan. Dalam kasus yang memicu kemarahan sejumlah orang itu, polisi menyita barang bukti antara lain beberapa batang pohon ketela, batu, batang besi cor dan palu.

“Barang bukti itu kami temukan di TKP pengeroyokan dan penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka. Saat ini petugas di lapangan juga masih memburu pelaku lainnya yang diduga ikut mengeroyok korban,” pungkasnya didampingi Kasubag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini