Keroyok Warga hingga Tewas di Sleman, 9 Pelaku Ditangkap

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 21 Mei 2021 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 510 2413212 keroyok-warga-hingga-tewas-di-sleman-9-pelaku-ditangkap-mRTNrb5sbL.jpg Sembilan pelaku pengeroyokan ditangkap Polres Sleman. (Foto : Priyo Setyawan)

SLEMAN - Polres Sleman menangkap sembilan orang, setelah terlibat dugaan kasus pengeroyokan dan penganiayaan kepada Andi Nur Widodo (31), warga Gamping dan Tedy Susilo (43), warga Ngaglik, Sleman. Akibat kejadian itu, Andi Nur meninggal dunia karena luka yang dialaminya.

Sembilan orang itu masing-masing D (40) warga Turi, NK (23) warga Sleman, NAS (22), NRL (26), AW (33), W (34), T (39), MD (45) dan S (43), semuanya warga Ngaglik. Mereka ditangkap pada Senin (17/5/2021) dan kini ditahan di sel tahanan Mapolres Sleman.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo mengatakan, peristiwa ini bermula saat Andi Nur dan Tedy Susilo yang berboncengan dengan motor melintas di depan para pelaku yang sedang nongkrong, dengan kencang, Kamis (13/5/2021) dini hari. Merasa tersinggung, para pelaku mengejar mereka. Saat dikejar, ada yang meneriaki klitih.

"Para pelaku berhasil mengejar korban di Tegalpanggung, Girikerto, Turi dan langsung mengeroyok serta menganiaya dengan pukulan dan benda tumpul hingga korban babak belur," kata Sri Pujo, Kamis (20/5/2021).

Akibatnya Andi Nur mengalami luka lebam dan sobek dibagian kepala serta patah tulang punggung. Sementara Tedy mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan dan kiri serta kedua kaki. Kedua korban kemudian dibawa ke RSUP Sardjito.

Baca Juga : Keroyok Petugas Dishub Bekasi, 3 Anggota Ormas Ditangkap

“Namun karena lukanya parah, Andi Nur meninggal dunia, Selasa (18/5/2021). Sedangkan Tedy saat ini masih menjalani perawatan karena belum bisa berjalan,” tuturnya.

Selain meringkus para pelaku, petugas mengamankan batang pohon ketela, besi cor dengan panjang 80 centimeter, palu besi, beberapa lembar pakaian, dan batu sebagai barang bukti.

"Para pelaku dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara atau Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan dengan hukuman tujuh tahun penjara," ujarnya.

Kanit III Tipiter Satreskrim Polres Sleman, Ipda Sulistiyo Bimantoro menambahkan polisi masih mengembangkan kasus ini. Sebab sebelumnya salah satu pelaku setelah penganiayaan membuat laporan palsu di Polsek Pakem dan Polsek Turi. Dalam laporan itu, pelaku menuduh korban sebagai pelaku kejahatan dan memprovokasi warga.

Baca Juga : Suara Bising Motor Picu Pengeroyokan di Sleman, Nyawa Andi Tak Tertolong

“Kami masih mengambangkan kasus ini dan memburu pelaku lain yang menjadi DPO,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini