Miris, Siswi SMP Asyik Pesta Miras di Kosan saat Digerebek

Acep Muslim, iNews · Sabtu 22 Mei 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 525 2413886 miris-siswi-smp-asyik-pesta-miras-di-kosan-saat-digerebek-MH6XNSTCpO.jpg Sejumlah remaja yang diamankan petugas Satpol PP usai pesta miras (foto: iNews/Acep)

CIAMIS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ciamis, Jawa Barat, menggerebek sebuah kosan di jalan Ahmad Yani, Kertasari, Ciamis, Jumat 21 Mei 2021, dan mendapatkan sembilan remaja tengah pesta minuman keras.

Hal itu berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar, petugas Satpol PP menindaklanjuti dengan mendatangi tempat kost yang diduga selalu dipakai pesta miras dan sering kali terjadi keributan.

Baca juga: Pria Ini Ngamuk dengan Parang Gara-Gara Tetangga Pesta Miras Ganggu Istrinya yang Sakit

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Pol PP Ciamis, Asep Sulaeman mengatakan, sembilan remaja tersebut diantaranya lima remaja putri, digerebek tengah berpesta minuman keras.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat adanya tempat kost di kawasan Kertasari yang selalu digunakan pesta miras dan sering diwarnai dengan perkelahian diantara mereka, setelah kami bergerak ternyata didapati sembilan orang terdiri dari lima remaja putri dan empat laki-laki,” terang Asep Sulaeman.

Baca juga: Pergoki Istri Pesta Miras, Pria Ini Tewas Ditusuk

Dari tempat kost itu ditemukan barang bukti berupa satu botol jenis arak hitam yang masih utuh, setengah botol yang tengah mereka minum, serta satu botol anggur merah kosong.

“Mereka mengakui baru menengak satu satengah botol beramai-ramai, namun terhenti setelah anggota kami memergokinya,” jelasnya.

Berdasarkan laporan masyarakat, mereka hampir setiap malam berkumpul dan gaduh yang membuat warga resah.

Meski demikian, petugas Satpol PP Ciamis masih memberi toleransi. Mereka hanya didata dan membuat pernyataan agar tidak mengulangi hal serupa, serta wajib dijemput oleh orangtuanya masing masing.

“Kami memberikan peringatan keras agar mereka tidak mengulang perbuatannya, jangam sampai terciduk lagi karena tidak akan ditolerir lagi,” tegasnya.

Miris dan prihatin, lima dari sembilan remaja ini diantaranya remaja putri yang berusia 15 sampai 18 tahun, bahkan masih duduk di bangku kelas 3 SMP serta baru lulus SMK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini