Australia Pulangkan 19 Nelayan Bali yang Terombang-ambing di Samudera Hindia

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 608 2413914 australia-pulangkan-19-nelayan-bali-yang-terombang-ambing-di-samudera-hindia-oETG3EXJmA.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

MEDAN - Pemerintah Australia memulangkan sebanyak 19 orang dari 20 orang nelayan asal Bali, yang mereka selamatkan dari perairan Samudera Hindia pada akhir pekan lalu. Para nelayan itu telah tiba di Pelabuhan Benoa, Jumat 21 Mei 2021 dini hari.

Pemulangan para nelayan itu dilakukan tanpa kontak fisik dengan mendapatkan bantuan dari Angkatan Laut Indonesia. Pemulangan melibatkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Yos Sudarso dan KRI Escolar.

Baca juga:  Cerita Nelayan Mudik Lewat Laut Lantaran Hindari Penyekatan di Jalur Darat

Perwira Komandan Kapal Angkatan Laut Australia HMAS Anzac, Komandan Brendan Horn, mengatakan jika upaya penyelamatan para nelayan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat panggilan keselamatan 'mayday' saat mereka akan kembali ke pelabuhan asal mereka di Fleet Base West, Australia Barat pada 14 Mei lalu. Panggilan keselamatan itu untuk melakukan pencarian dan penyelamatan di lepas pantai Australia Barat.

Kapal Anzac yang merupakan kapal jelas Fregate itu kemudian berlayar sekitar 670 mil laut di sebelah barat Perth dan menemukan 20 nelayan Indonesia yang telah diselamatkan oleh Kapal Penangkap Ikan asal Jepang Fukuseki Mari 15. Para nelayan Indonesia itu awalnya terombang-ambing di laut dan hanya berpegangan pada kapal mereka yang setengah tenggelam.

Baca juga:  Curhat Nelayan Korban Badai Seroja: Kapal Rusak, Kini Harus "Berteman" dengan Utang

Para nelayan itu kemudian diberikan bantuan medis serta akomodasi. Seorang nelayan kemudian dibawa ke rumah sakit Perth untuk perawatan darurat dengan helikopter MH-60R Anzac.

"Saya memuji respons dari kru saya yang hanya terpaut beberapa jam lagi dari menyapa keluarga dan teman-teman mereka, ketika mereka menjawab panggilan untuk membantu, serta para nelayan Indonesia, awak Fukuseki Maru 15 dan pihak berwenang sipil yang terlibat dalam koordinasi penyelamatan," kata Komandan Horn dalam keterangan resmi yang disebarkan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

“Cerita ini milik para nelayan Indonesia; Anzac dan MH-60R Seahawk kami hanyalah sebagian kecil dari respons tersebut. Sebagai pelaut, Anda menghormati pelaut lainnya," tambah Horn.

Horm menyebutkan, sema transit sebelum kembali ke Bali, l nelayan Indonesia ditempatkan terpisah dari mayoritas awak kapal Anzac. Awak yang ditugaskan untuk perawatan mereka, termasuk salah satu dari dua dokter kapal, mengenakan alat pelindung diri setiap kali mereka melakukan kontak dengan para nelayan.

Para nelayan juga masing-masing memberikan tiga hasil negatif tes Covid-19 selama mereka di kapal.

“Pemindahan hari ini adalah tahap terakhir dari misi dan sekarang saatnya awak Anzac melihat keluarga mereka. Seluruh tim telah tampil sangat baik dan saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari kru yang hebat,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini