Kasus Jual Beli Vaksin Covid-19, Polisi Akan Panggil Kepala Dinkes Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 608 2413987 kasus-jual-beli-vaksin-covid-19-polisi-akan-panggil-kepala-dinkes-sumut-PXinc4LLUA.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MEDAN - Polisi masih mengembangkan penyelidikan atas kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac ilegal, yang dilakukan SW Cs di Sumatera Utara dan Jakarta. Kasus itu berhasil diungkap personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara pada Selasa, 18 Mei 2021 lalu.

Untuk pengembangan penyelidikan kasus itu, Polisi akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk dimintai keterangan. Hal itu sehubungan dengan asal vaksin Sinovac yang diperjualbelikan adalah dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara untuk peruntukkan petugas dan narapidana yang ada di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang ada di Sumatera Utara.

“Iya, mereka akan dimintai keterangan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Jhon Nababan, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga:  Vaksin Covid-19 Ilegal Juga Disuntikkan untuk Warga Perumahan Elite di Jakarta

Namun, Nababan belum bisa memastikan waktu pemanggilan terhadap kedua pejabat tersebut. Itu karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap keempat tersangka.

“Kita masih fokus ke tersangka. Nanti diinformasikan kembali," tukasnya.

Baca juga:  Vaksin Covid-19 Ilegal di Sumut Sudah Disuntikkan kepada 1.085 Orang

Sebelumnya diberitakan, Polisi mengungkap praktik jual beli vaksin Covid-19 ilegal di Sumatera Utara. Praktik ini dibongkar setelah Polisi menerima adanya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di salah satu perumahan mewah di Medan.

Dari pengungkapan itu, sebanyak 4 orang tersangka ditangkap. Yakni SW seorang agen properti. Kemudian dua orang dokter berinisial IW dan KS serta seorang ASN Dinas Kesehatan Sumut berinisial SH.

Para tersangka diketahui jika mereka telah melakukan sebanyak 15 kali penjualan vaksin Covid-19 secar ilegal ini. Vaksin tersebut juga sudah disuntikkan kepada sebanyak 1085 orang dan menghasilkan keuntungan mencapai 271.250.000.

Vaksin yang diperjualbelikan itu sebenarnya diperuntukkan bagi petugas dan narapidana di lembaga pemasyarakatan yang ada di Sumut. Namun karena ulah keempat tersangka, vaksin itu justru disuntikkan ke warga komplek perumahan elit yang sejatinya juga akan mendapatkan giliran vaksinasi secara gratis dari pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini