UNS Buka Program Inkubasi Startup Melalui Semesta 2021

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 65 2413940 uns-buka-program-inkubasi-startup-melalui-semesta-2021-7gq5vaWFVx.jpg Wakil Rektor UNS, Prof Kuncoro Diharjo (foto: istimewa)

JAKARTA - Wakil Rektor Riset Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Kuncoro Diharjo meresmikan pembukaan Program Sebelas Maret Startup Academy (Semesta) 2021, pada Jumat 21 Mei 2021.

Acara peresmian tersebut dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube UNS. Acara peresmian Program Semesta 2021 sekaligus menjadi penanda dibukanya pendaftaran peserta sampai dengan tanggal 9 Juni 2021.

Baca juga:  Kontingen UNS Raih 3 Emas di International Virtual Pencak Silat Championship

Semesta 2021 merupakan rangkaian program inkubasi -startup- UNS mulai dari pra inkubasi yang berupa pengembangan ekosistem startup, pelaksanaan skema hibah, pengembangan produk inovasi, sampai dengan proses inkubasi.

"Ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem inovasi dan hilirisasi hasil riset serta kreasi inovasi warga kampus agar bermanfaat bagi masyarakat secara luas," terang Prof. Kuncoro, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga:  Berikut Daftar 10 Besar Perguruan Tinggi UNS Jawametrik 2021

Prof. Kuncoro menambahkan, bahwa upaya mentransformasi resources UNS menjadi sumber daya yang kreatif dan inovatif merupakan kunci dalam meraih target UNS sebagai Universitas yang menempati posisi 500 besar di dunia.

Oleh karena itu, kemunculan inovasi-inovasi baik dari dosen, peneliti, mahasiswa, hingga alumni sangat diperlukan. Inovasi tersebut tidak hanya berdampak baik bagi kemajuan UNS tetapi juga bagi kemandirian bangsa Indonesia.

“Harapan saya melalui Program Semesta ini akan muncul startup-startup bisnis baru baik dari sivitas akademika maupun alumni UNS dan sekaligus membuka lapangan kerja baru,” sambungnya.

Semesta 2021 dilatarbelakangi oleh laporan The Global Competitiveness Index 2019 yang menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Akan tetapi, potensi tersebut tidak diikuti dengan pembentukan sistem dan inovasi serta kesiapterapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, Semesta 2021 dimaksudkan untuk meningkatkan terjadinya adopsi ICT, iklim bisnis, dan infrastruktur ekosistem inovasi.

Selain menyasar sivitas akademika UNS, Program Semesta 2021 juga dapat diikuti oleh alumni UNS.

“Akan tetapi, karena pertanggungjawaban harus berasal dari sivitas akademika UNS maka dalam tata aturan pengusulan harus mahasiswa,” tuturnya.

Baca juga:  Penjelasan Pakar Virus UNS soal Pandemi Covid-19 dari Perspektif Islam

Hasil dari Program Semesta 2021 berupa Sumber Daya Manusia (SDM) yakni mahasiswa UNS itu sendiri, dan produk yang siap dipasarkan di masyarakat. Program Semesta 2021 menyediakan anggaran mulai dari 25 juta sampai dengan 100 juta rupiah. Besaran angka pendanaan tersebut masih bisa bertambah dengan kehadiran pihak atau mitra sebagai investor.

Tujuh fokus pendanaan Semesta 2021 diantaranya kesehatan, pangan dan pertanian, industri kreatif dan pariwisata, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, energi terbarukan, dan sosial humaniora.

Selain Prof. Kuncoro, acara pembukaan Program Semesta 2021 juga dihadiri oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming.

Dalam sambutannya, Gibran mengatakan, bahwa perkembangan startup di Indonesia sangat besar. Hal tersebut didukung oleh banyaknya jumlah startup yang berkembang di Indonesia, yakni mencapai 2.193 pada tahun 2019. Angka tersebut menempatkan Indonesia di urutan kelima sebagai negara dengan Startup terbanyak menurut Startup Ranking.

Meskipun bisnis startup mulai menjamur di Indonesia, Gibran mewanti-wanti terjadinya fase lembah kematian. Fase lembah kematian merupakan fase yang menentukan apakah startup dapat bertahan atau berhenti karena berbagai faktor.

“Harapannya Semesta dapat memperkuat kolaborasi kita bersama,” ujar Gibran.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Prof. Kuncoro. Semesta 2021 diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk membangun sinergi bersama dalam membangun budaya inovasi.

“Kami ingin mengajak kepada hadirin sekalian untuk tidak pernah berhenti berkreasi dan berinovasi karena hal tersebut sudah menjadi ruh kehidupan kampus. Bahkan saat ini dan insyaallah ke depan kreativitas dan inovasi inilah yang akan memenangkan kompetisi keunggulan suatu bangsa sekaligus menentukan kemajuan suatu negara,” imbuh Prof. kuncoro.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini