BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Gempa Besar Berkekuatan M8 di Malang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 24 Mei 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 519 2414827 bmkg-ingatkan-masyarakat-potensi-gempa-besar-berkekuatan-m8-di-malang-5TFLiOVPN9.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MALANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di pesisir selatan Jawa Timur khususnya, agar membangun bangunan rumahnya dengan kokoh yang tahan akan potensi gempa. Apalagi adanya potensi gempa bumi di atas 8 SR , sebagaimana kajian ilmiah beberapa pakar.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma'muri mengungkapkan, bila bangunan yang tahan gempa harusnya didesain sedemikian rupa saling mengikat.

"Secara umum, bangunan yang tahan gempa bumi adalah bangunan yang diikat slup besi di setiap sudutnya. Sehingga ketika terjadi getaran akan saling mempertahankan," ucap Ma'muri, saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (24/5/2021).

Baca juga:  Sejak 23 Januari, BMKG Catat 203 Kali Gempa Guncang Samosir

Terbukti, berdasarkan survei internal BMKG dikatakan Ma'muri, rata-rata bangunan yang terdampak gempa bumi pada 10 April dan 21 Mei lalu adalah bangunan tua dan tidak tahan gempa bumi.

"Ya, rata-rata bangunan yang roboh akibat gempa bumi lalu akibat konstruksi bengunan tidak kuat dan bangunan tua," ujarnya.

Baca juga:  Pandeglang Banten Diguncang 38 Kali Gempa dalam Sehari

Terkait potensi kegempaan yang berkekuatan 8 SR, Ma'muri menyebut secara keilmuan dan kajian ilmiah memang ada potensi kegempaan di atas 8 SR di pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk di antaranya Jawa Timur.

"Banyak ilmuan mengatakan, bahwa potensi gempa bumi di atas 8 Skala Ritcher (SR) itu memang ada. Sebab, secara umum wilayah Selatan Jawa itu masuk dalam zona subduksi," jelasnya.

Adapun BMKG mencatat, sejak Januari hingga Mei per tanggal 24 Mei mencatat ada 330 kali gempa bumi di Jawa Timur, dan mayoritas terjadi di wilayah laut selatan.

"Dari sekian jumlah gempa bumi itu, gempa bumi paling besar yang terjadi yakni pada 10 April dan 21 Mei lalu," katanya.

Sementara itu, dibandingkan tahun 2020 lalu, Ma'muri memprediksi akan terjadi peningkatan signifikan aktivitas lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia tersebut. Sebab, terhitung pada tahun 2020 lalu selama kurun satu tahun telah terjadi 526 kali gempa bumi.

"Sekarang belum setengah tahun sudah ada 330 kejadian, ini adalah bukti adanya peningkatan aktivitas lempeng di Selatan Jatim," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR yang dimutakhirkan menjadi 5,9 SR. Gempa bumi berpusat di 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, dengan kedalaman 110 kilometer, dengan titik koordinat 8,63 LS dan 112,34 BT. Gempa bumi ini terjadi pada Jumat malam 21 Mei 2021 pukul 19.09 WIB dan dirasakan hampir di sebagian besar selatan Pulau Jawa hingga Cilacap, bahkan hingga Pulau Lombok.

Sebelumnya pada 10 April 2021 lalu Malang raya dan sekitarnya juga merasakan gempa berkekuatan 6,1 yang berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 25 kilometer. Akibat gempa ini puluhan ribu bangunan rumah di Jawa Timur dilaporkan rusak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini