Wanita Ini Ditonjok dan Digigit Pacarnya Gegara Terbakar Cemburu

Era Neizma Wedya, iNews · Senin 24 Mei 2021 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 610 2414944 cemburu-pria-ini-tonjok-dan-gigit-pacarnya-hingga-terluka-GMkrDehYmf.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

LUBUKLINGGAU - Seorang wanita di Kota Lubuklinggau, berinisial AGM (19) mengalami penganiayaan pacarnya sendiri di dekat Sekolah Dasar (SD) Negeri 10, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau.

Pelaku berinisial D melakukan penganiayaan atas dasar cemburu buta karena korban mendapat telepon dari teman prianya. Bahkan, pelaku juga membanting dan merusak handphone (HP) milik korban hingga hancur berkeping-keping.

Baca Juga:  Pukul Petugas Razia Masker di Solo, Pelaku Jadi Tersangka & Dijerat Pasal Berlapis

Korban saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat, menceritakan kronologi kejadian bermula, pada Sabtu 22 Mei 2021 sekitar pukul 19.30 WIB, ia dijemput D di rumahnya, dan memang keduanya adalah pasangan kekasih dan akan menikmati malam Minggu bersama.

"Saya diajak D jalan-jalan, terus kami isi bensin, tiba-tiba HP saya berbunyi ada telepon masuk, dan ternyata yang menelepon itu teman cowok," kata korban.

Dan karena yang telepon itu adalah cowok, terus D mengetahui dan menanyakan siapa cowok yang telepon korban, lalu dijawab korban kalau yang telepon adalah temannya, namun pelaku tetap tidak percaya dengan yang disampaikan korban.

Sehingga sepanjang perjalanan pelaku terus marah-marah di atas sepeda motor, namun dirinya tidak menanggapi kemarahan pelaku yang dianggap tidak jelas. "Memang pelaku itu sudah dari hari sebelumnya merajuk,"ujarnya.

Namun aksi diam korban membuat pelaku semakin marah, sambil berkata kepada korban, kenapa diam saja, padahal salah dan tidak mengakui kesalahan.

Baca Juga:  Ditinggal Nikah Pacar & Diejek Tak Laku, Pria Lamongan Hajar Suami Mantan hingga Kritis

Setelah itu, tangan korban mulai dicubit oleh pelaku, lalu pelaku mengajak korban masuk ke Jalan Bangau di dekat SDN 10, tiba-tiba di sana kening korban langsung disundul oleh pelaku menggunakan kepala.

"D itu marah kenapa saya tidak mengakui kalau saya yang salah," ungkapnya.

Melihat pelaku bertambah marah, korban lalu langsung turun dari sepeda motornya, kemudian pelaku langsung merampas HP milik korban. Sementara korban sempat melawan dan berusaha mengambil HP-nya kembali, namun pelaku malah menggigit tangannya.

Kemudian, HP korban langsung dibanting berkali-kali, terus diinjak dan dipatah hingga tiga bagian oleh pelaku. Akibatnya HP milik korban tidak bisa hidup sama sekali.

"Sudah merusak HP, dia (pelaku) menonjok kepala saya, dan aku diam saja, terus dia tonjok lagi hingga lima kali, lalu saya tersungkur," jelas korban.

Karena terjatuh, lalu pelaku menyekap tubuhnya, dan kemudian menggigit punggung sampai berdarah. Setelah kejadian itu pelaku ngajak pulang, karena HP itu rusak, korban tidak mau diajak pulang dan berharap agar pelaku menggantinya.

Setelah itu, korban diantar oleh pelaku persimpangan gang rumah korban, korban terus merengek meminta agar HP diganti. Karena pelaku terus marah-marah sehingga setiba di persimpangan gang rumah korban.

Korban langsung melompat dari sepeda motor pelaku, dan membawa remot kontak sepeda motornya. Karena remot sepeda motor dipegang korban, pelaku kesal dan meninggalkan sepeda motornya dan menyerahkan kepada korban.

"Ambilah motor ini, dan aku mau berlari," kata korban menirukan perkataan pelaku.

Setelah sepeda motor itu ditinggalkan pelaku, lalu sepeda motor itu dibawa korban ke rumah tantenya. Karena saat itu korban takut pulang ke rumah karena HP miliknya dirusak oleh sang pacar.

"Setelah kejadian saya tidak berani pulang ke rumah dan saya pulang ke rumah tante, lalu tante bersama saya mendatangi rumah orangtua pacar saya di Kelurahan Ulak Lebar untuk meminta ganti HP," jelasnya.

Sesampai di rumah orangtua pelaku, lalu orangtua pelaku tidak bisa mengganti HP tersebut, namun hanya bisa membantu uang Rp1 juta, namun uang tersebut tidak cukup untuk membeli HP. Lalu korban bersama tantenya pulang, setiba di rumah tantenya, tante bingung melihat korban lesu dan menundukan wajah, setelah dicek tanten ternyata, di wajah korban banyak luka lebam.

Melihat kondisi tubuh keponakannya banyak luka memar, tantenya kembali mengajak korban ke rumah orangtua pelaku lagi, dan setiba dirumah orangtua pelaku, korban pingsan. Dan langsung dibawa ke rumah sakit Sobirin di Musi Rawas, guna mendapatkan perawatan.

Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Luhut melalui Katim 29 Bon mengatakan, jika kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolsek. Saat ini, kasus ini sedang dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat.

"Kita sudah mengamankan beberapa barang bukti, seperti baju korban, HP dan barang bukti lainnya. Kita imbau agar pelaku segera menyerahkan diri," kata Katim 29Bon.

Pelaku kini sedang diburu dan semoga pelaku cepat ditangkap, dan bisa menjalani proses hukum yang berlaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini