2 Penelitian Siswa Indonesia Raih 3 Award ISEF 2021

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 24 Mei 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 65 2414626 2-penelitian-siswa-indonesia-raih-3-award-isef-2021-boIZcGDsIJ.jpg Kompetisi penelitian.(Foto:Istimewa)

Terlebih, mereka harus pandai mengatur waktu dalam mempersiapkan kelulusan mengingat Athifah dan Naila saat ini berada di kelas 12 SMA.

"Terdapat beberapa tantangan yang kami hadapi, baik dalam melaksanakan penelitiannya secara umum maupun tantangan baru yang timbul akibat adanya pandemi," ungkap Naila.

"Karena kami merupakan murid kelas 12, kami juga perlu mengatur waktu sebaik mungkin karena padatnya jadwal belajar mengajar dan lomba," tambah Athifah.

Pada kesempatan ini, Athifah menjelaskan metode penelitian yang mereka gunakan yaitu metode eksperimen. Akan tetapi, pengambilan data secara virtual memungkinkan munculnya variabel bebas yang tidak dapat dikendalikan pada lingkungan subjek yang tidak mampu mereka kontrol secara langsung.

"Kami menguji tiga jenis binaural beats, sebuah audio intervensi yang dapat menstimulasi gelombang otak, untuk mencari tahu mana yang paling berpengaruh pada working memory capacity agar memperoleh metode yang bisa meningkatkan performa belajar pelajar SMA ketika melakukan pembelajaran jarak jauh," ungkap Athifah.

"Setelah itu kami melakukan analisis data berdasarkan hasil eksperimen. Ternyata, performa ketiga kelompok eksperimen yang mendengarkan binaural beats meningkat, sedangkan performa kelompok kontrol menurun secara signifikan," tambah Naila.

"Yang berarti binaural beats, terutama pada range frekuensi beta, dapat meningkatkan working memory capacity secara signifikan," lanjut Naila.

Pada kesempatan ini, Athifah dan Naila juga mengungkapkan banyak sekali pelajaran yang mereka ambil dalam mengikuti berbagai kompetisi seperti KOPSI dan ISEF.

"Selalu mengambil kesempatan apapun yang ada, memberikan yang terbaik untuk segala sesuatu, dan selalu terbuka untuk menerima pendapat dan belajar. Walaupun dilakukan secara virtual, kami mendapat pengalaman yang sangat berharga saat mengikuti ISEF," ujar Naila.

"Bertemu banyak orang dari berbagai penjuru dunia, bertukar cerita dan pengalaman, itu merupakan kesempatan yang tidak bisa didapat setiap hari. Selain itu, menyandang nama Indonesia di sebelah nama kami juga merupakan sebuah kebanggaan," cerita Athifah.

Keduanya juga menitipkan pesan kepada teman siswa lain untuk tidak pernah ragu dalam mengambil setiap kesempatan yang ada. "Mari anggaplah setiap kesempatan seperti berlian. Kita tidak akan tahu apa yang kita dapat sebelum mengambil kesempatan itu," ujar Athifah.

Naila melanjutkan jangan sampai melewatkan sebuah pencapaian dan prestasi yang akan berdampak besar hanya karena ketakutan akan sebuah kegagalan kecil yang sebenarnya tidak merugikan.

"Kegagalan-kegagalan itu lah yang menjadikan kita kaya akan ilmu dan pengalaman supaya tidak mengulangi hal yang sama. Strive for what you love," tambah Naila. (saz)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini