Viral Pecel Lele Seporsi Rp37 Ribu, Wawali Yogya Bantah Terjadi di Malioboro

krjogja.com, · Kamis 27 Mei 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 510 2416084 viral-pecel-lele-seporsi-rp37-ribu-di-malioboro-wawali-yogya-jika-ketemu-kita-sanksi-tegas-dFaO0XIJ46.jpg Viral wisatawan mengeluhkan harga pecel lele mahal di Malioboro. (Foto: Tangkapan Layar/KRJogja)

YOGYAKARTA – Harga mahal makanan pinggir jalan di kawasan Malioboro kembali jadi sorotan dan viral di media sosial. Seorang wisatawan perempuan mencurahkan hati harus membayar cukup mahal untuk makan pecel lele di kawasan Malioboro.

Dia mengaku harus mengeluarkan Rp 37 ribu untuk satu porsi pecel lele lengkap dengan sambal, lalapan dan nasi putih. Rinciannya, pecel lele seharga Rp20 ribu, nasi putih Rp7 ribu dan lalapan Rp10 ribu.

Baca juga: Nasi Gudeg Rp85 Ribu, Warganet Ungkap Harga Tak Masuk Akal PKL di Malioboro

Namun sayangnya, tidak sedikit warganet yang justru menanggapi sinis curahan hati tersebut. Harga Rp37 ribu kini dinilai wajar untuk sebuah makanan di kawasan Malioboro, yang notabene merupakan pusat kota Yogyakarta dan daerah wisata andalan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran dan dipastikan peristiwa tak terjadi di Malioboro, namun kemungkinan sirip-sirip yang mana pedagang tak masuk dalam komunitas Malioboro.

Pihaknya kini terus mencari pedagang yang memberlakukan harga tidak wajar pada wisatawan tersebut.

Baca juga: Viral Oknum Prajurit TNI Pukul Petugas SPBU Gara-Gara Diminta Antre

“Saat ini kami masih mencari jika kemungkinan terjadi di sirip-sirip Malioboro. Jika ketemu akan beri sanksi tegas, tidak boleh berdagang di kawasan Malioboro,” tandas Heroe.

Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba menyatakan, kejadian ‘nuthuk’ harga bukan kali pertama terjadi di Kota Yogyakarta. Beberapa waktu lalu, wisatawan mengeluhkan mahalnya tarif parkir dan kini kembali harga makanan yang dinilai tidak wajar.

“Ya, kan sudah sering terjadi soal ‘nuthuk’ harga makanan di Malioboro. Jangan dilihat dari harga yang dibayar oleh pembeli sejumlah Rp37 ribu, tapi itu jelas tidak sesuai dengan harga yang tertera. Pembeli harus menanyakan menu dan harganya,” tegas Kamba.

Forpi Kota Yogyakarta pun merekomendasikan sanksi berat bagi pedagang yang dengan sengaja bermain-main dengan harga dan membuat tidak nyaman pengunjung. Lagi-lagi, alasan merusak citra menjadi latar tidak boleh terjadi lagi hal serupa di Kota Yogyakarta.

“Jangan pula kemudian diwajarkan, karena ini jelas di luar kewajaran ya. Apalagi kalau melihat kemampuan masyarakat yang berbeda-beda. Masak Malioboro hanya untuk orang yang punya uang, nanti yang penghasilannya kecil takut ke Malioboro dong, ini tidak boleh terjadi, jangan kemudian diromantisasi,” tandas Kamba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini